Besok , tanggal 4 Juni 2022, Jakarta akan menggelar event otomotif internasional ajang balap Formula E (FE) atau yang di sering di ucapkan sebagai 2022 Jakarta E-Prix . Ajang lomba mobil balap bertenaga listrik ini pertama kali di adakan di di jalanan Olympic Park di kota Beijing, Tiongkok pada tahun 2014.

Dilansir dari laman website resmi mereka, FE berawal dari coret-coretan di belakang tisu restoran di Paris, Prancis pada tanggal 3 Maret 2011.

Coret-coret tersebut adalah milik Jean Todt, (buat generasi 90’an , pasti nya sangat kenal betul sosok ini 🙂 ) Beliau adalah Presiden FIA yang menginginkan balapan formula bermesin listrik sebagai cara untuk mendemonstrasikan potensi kendaraan berbasis listrik sebagai alternatif yang lebih bersih dan lebih baik. Jean Todt pernah membawa Tim F1 Ferarri memenangkan banyak balapan di periode tahun 1999-2004 dan dia juga disebut sebagai suksesor pembalap Michael Schumacher.

Michael schumacher and jean todt di Tim Ferrari

Mesin listrik, balapan di tengah perkotaan, serta partisipasi fans menjadi tiga pilar untuk FE, yang dilaksanakan oleh pebisnis asal Spanyol, Alejandro Agag, yang ada bersama Todt hari itu.

baca juga : social butterfly apa sih?

Dikutip dari situs resmi Formula E, misi awal para pendiri Formula E adalah menyajikan balapan di jalanan kota-kota paling ikonik di dunia. Tak hanya menjanjikan pemandangan yang berbeda, balapan juga diikuti para pembalap dan tim terbaik dengan memanfaatkan tenaga listrik sebagai sumber energi untuk masa depan.

Musim pertama Formula E berlangsung pada 2014/2015 dengan seri pertama mengambil tempat di Beijing Olympic Green Circuit, China, 13 September 2014.

Memakai mobil Spark-Renault SRT_01E, 10 tim dan 20 pembalap yang terdiri dari 3 tim pabrikan dan 7 privateer ikut serta dalam musim perdana Formula E.

Karena keterbatasan teknologi baterai untuk mobil listrik saat itu, SRT_01E tidak mempunyai cukup cadangan energi untuk menyelesaikan keseluruhan balapan. Jadinya, para pembalap diharuskan untuk melakukan pergantian mobil di pertengahan balapan. Bisa gitu ya? biasanya ban nya di ganti , ini mobil nya .

Mobil yang tidak bisa menyelesaikan satu balapan penuh, sirkuitnya juga hanya dilakukan di sirkuit jalan raya, serta line-up pembalap yang kebanyakan merupakan ‘buangan’ dari F1, membuat FE dipandang sebelah mata Apalagi para ‘pencinta balap’ menganggap bahwa mesin listrik FE yang senyap membuat FE tidak layak disebut ‘balapan’ di mata mereka. Ya iya ya.. ga ada bunyi nya.. aluss

Tapi jangan salah , berkat kemajuan dalam teknologi baterai, pergantian mobil di tengah-tengah balapan menjadi tidak dibutuhkan. Kapasitas baterai mobil generasi kedua bertambah dua kali lipat menjadi 54 kW/jam, dan diimbangi oleh tenaga yang melonjak dari 268 dk menjadi 335 dk.

Sejak musim balap 2020/2021, Formula E masuk dalam Kejuaraan Dunia FIA, dan membuatnya menjadi balapan kursi tunggal pertama setelah Formula 1 yang menghadirkan status juara dunia bagi pemenangnya.

Dalam sejarah penyelenggaraan Formula E terdapat pula beberapa pembalap-pembalap yang punya nama di Formula 1 seperti Jacques Villeneuve, Felipe Massa, Pascal Wehrlein, dan Stoffel Vandoorne.

Tertarik untuk menonton nya?

kek naik Bombom car cuma beda casing Ama lebih kenceng gak sih?

baca juga : Tiket candi borobudur naik drastis?

 377 total views,  1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published.