Indonesia memang lah unik, bagaimana tidak, di dalamnya terdapat mitos-mitos yang berkembang. Meski pun belum diketahui kebenarannya, namun mitos-mitos ini cukup membuat masyarakat mempertanyakan apakah benar akan terjadi?

Kali ini kabarsidia.com akan membahas 2 mitos yang cukup populer di telinga masyarakat Indonesia. Pertama adalah, apakah benar jika makan buah beserta bijinya akan tumbuh buah di atas kepala? Dan yang kedua, benarkah kita tidak boleh membiarkan persediaan beras di dalam rumah sampai habis total?

Sebelum menilai mitos mana yang benar terjadi, yuk kita kupas satu persatu;

  1. Mitos Makan Buah Beserta Bijinya Akan Tumbuh Buah di Atas Kepala.

“Jangan ditelan bijinya, nanti tumbuh buah di atas kepala loh. Hiii…” saat kita masih kecil tak jarang kita mendengar kalimat tersebut. Bahkan ketika sudah dewasa pun masih sering terdengar kalimat itu jika ada anak kecil yang tak sengaja menelan biji buah saat sedang makan buahnya. Bener nggak sih?

Katanya, ketika kita minum air sama dengan menyirami biji buah yang tertelan, dan makan adalah memberinya pupuk. Dan benar saja anak-anak kecil yang tak sengaja menelan biji buah jadi tidak ingin minum dan makan, karena takut pohon atau buah itu benar-benar tumbuh di atas kepala.

Larangan menelan biji buah adalah mitos paling populer sekaligus paling ditakuti. Dibalik mitos ini, ternyata kita diajarkan untuk melestarikan alam. Yaitu dengan membiarkan biji tersebut tidak termakan sehingga akan tumbuh di suatu tempat menjadi tanaman yang baru.

  1. Mitos Tidak Boleh Membiarkan Persediaan Beras di Dalam Rumah Sampai Kosong.

Pernah dengar mitos ini? Kita tidak boleh membiarkan persediaan beras di dalam rumah sampai benar-benar habis atau kosong tak tersisa satu butir pun. Mungkin kebanyakan orang tidak ngeh dengan mitos ini dan sering kali membiarkan persediaan beras di rumah benar-benar kosong jika memang sudah habis.

Mitos Jawa ini konon mengajarkan kita untuk tidak boros dalam mengatur pengeluaran. Mitos yang berkembang, kalau persediaan beras di rumah benar-benar kosong dan tidak tersisa satu butir beras pun makan rejeki atau keuangan di dalam rumah akan selalu habis tak bersisa. Dengan begitu, beras di sisakan walau hanya sedikit untuk menjaga agar rejeki di dalam rumah tidak benar-benar habis tak bersisa dan masih memiliki sisa rejeki yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Memang mitos yang berkembang di kalangan masyarakat bisa menjadi warna tersendiri, mau percaya ataupun tidak percaya semua tergantung dari sudut mana kamu melihat persoalan mitos ini. Alangkah lebih baik semua dilihat dari sisi positif agar memberikan dampak yang baik. Nah, kalau kamu percaya yang nomor berapa?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here