Sejarah masa lampau bisa menjelma lewat hal-hal selain museum atau pameran sejarah saja, kamu juga bisa menikmati sejarah lewat kuliner. Jaman dahulu, saat Nusantara masih terdiri dari kerajaan-kerajaan, banyak kuliner khas daerah yang menjadi favorit para raja. Bahkan, ada beberapa kuliner yang disajikan saat peringatan-peringatan tertentu sehingga dianggap sakral.

Dan sekarang, kuliner-kuliner tersebut sudah dijual bebas sehingga kamu pun bisa ikut menikmati makanan favorit para raja di masa lampau lho! Apa saja ya? Ada 8 jenis makanan lezat nih yang jadi dulu sangat disukai bahkan jadi favorit raja-raja;

  1. Sego Blawong.

Sego blawong ini adalah makanan yang terbuat dari nasi yang dimasak dengan beragam rempah. Kemudian, disajikan dengan beragam lauk, seperti bacem ayam, telur pindang, dan daging lombok kethok. Sego blawong merupakan makanan khas Keraton Yogyakarta. Kuliner ini dianggap cukup sakral karena dulunya hanya disajikan ketika acara peringatan Tingalan Dalem atau ulang tahun Sultan Hamengkubuwono.

  1. Coto Makassar.

Coto Makassar mulai dikenal sejak tahun 1500-an, dan kuliner ini dibuat dari sekitar 40 jenis rempah-rempah sekaligus. Dulunya, coto makassar merupakan kuliner yang hanya bisa dinikmati oleh para raja. Karena makanan ini khusus disajikan hanya untuk para raja, bangsawan, dan tamu Kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan.

  1. Nasi Jemblung.

Makanan khas dari Keraton Surakarta ini merupakan kuliner khas kerajaan yang sempat menjadi makanan favorit Sultan Pakubuwana X. Nasi jemblung bentuknya melingkar seperti donat dengan bolongan di tengahnya yang diisi dengan lidah dan daging sapi, sambal terasi, lalapan mentimun, tomat, serta kerupuk rambak.

  1.  Naniura.

Naniura merupakan hidangan khas Tapanuli Utara yang dulunya hanya bisa dinikmati oleh raja-raja Batak. Naniura biasanya berbahan dasar ikan mas segar. Bumbu untuk siraman daging ikan terdiri dari 10 macam bumbu, seperti andaliman dan kecombrang.

  1. Ketan Bintul.

Ketan bintul merupakan jajanan favorit para sultan di Kesultanan Banten. Ketan Bintul juga biasanya menjadi penganan wajib para sultan untuk berbuka puasa. Hingga sekarang pun jajanan ini selalu tersaji di meja makan keturunan keluarga Sultan selama Ramadhan. Ketan Bintul sendiri terbuat dari bahan dasar ketan yang ditaburi serundeng.

  1. Bubur Pedas Melayu.

Bubur pedas Melayu merupakan salah satu kuliner khas Kesultanan Deli yang kini berada di Sumatera Utara. Bubur ini terbuat dari beras yang dimasak bersama berbagai campuran rempah, seperti kunyit, temu hitam, temu mangga, serta berbagai macam jenis rempah lainnya yang kemudian dihidangkan bersama kuah santan kental, irisan daun mangkokan, daun ketumbar, dan daun jambu, serta potongan dada ayam dan udang segar.

  1. Kuah Pliek U.

Kuah Pliek U merupakan makanan raja-raja Aceh sejak abad ke-16. Makanan ini terbuat dari kelapa parut yang dikeringkan di bawah sinar matahari selama beberapa hari. Olahan kelapa tersebut menghasilkan minyak goreng dan ampasnya kembali djemur dan menjadi Pliek U kemudian dicampur dengan beragam bahan, ada daun, buah melinjo muda, pepaya muda, nangka muda, daun singkong, dan lain-lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here