Foto: bukalapak.com

Siapa yang masih ingat dengan minuman berkarbonasi atau biasa disebut minuman soda merek 7 Up? Minuman soda 7 Up sempat hits di era 90-an, minuman soda ini merupakan termasuk ke dalam golongan minuman ringan. 7 Up minuman soda yang mengandung ekstrak rasa jeruk atau limau. Sudah terbayang di benak Anda ya tentunya bagaimana rasa minuman 7 up ini. Segar karena soda, dan bisa membuat mata yang ngantuk seketika melek ketika meneguk kesegeran 7 Up soda rasa jeruk dan limau.

Baca juga: Meski Tak Seindah Warna-Warni Pelangi, Es Mambo Selalu di Hati!

Minuman soda banyak disukai karena rasanya yang nikmat, siap saji dan sangat memenuhi selera bagi mereka yang sedang dahaga, terutama setelah berolahraga dan bekerja berat. Suatu hal yang wajar jika minuman ini disukai karena iklim yang tropis lembab dengan suhu udara yang cukup tinggi, sama dengan iklim tempat pertama kali ditemukannya racikan minuman soda 7 Up di Amerika Serikat bagian selatan yang beriklim sub tropis, yaitu negara bagian Georgia dan South Carolina. Orang membutuhkan banyak cairan karena cuaca panas mampu menghilangkan cairan tubuh dengan cepat.

7 Up adalah minuman ringan berkarbonasi yang ditemukan oleh Charles Leiper Grigg dan diproduksi di Amerika Serikat oleh Dr Pepper Snapple Group, yang kemudian diluncurkan pada musim gugur tahun 1929. Sebelum dikenal dengan nama 7 Up, minuman soda ini diberi nama Bib Label Lithiated Lemon Lime Soda pada saat awal diluncurkannya ke pasaran di Amerika Serikat. Tak lama kemudian nama tersebut diganti menjadi nama yang lebih singkat dan mudah untuk diucapkan yaitu 7 Up.

 

Minuman 7 Up diluncurkanlah lebih dari 600 minuman jeruk limau di pasaran. Dan di akhir tahun 1940-an, 7 Up menjadi minuman ringan yang paling banyak terjual di seluruh dunia. Namun, perjalanan minuman 7 Up memiliki cerita yang tak hanya menyenangkan saja, tapi juga cerita yang tak menyenangkan. Setelah meraih kesukesaan di akhir tahun 1940-an, minuman 7 Up mengalami kegagalan.

Dalam pemasaran minuman 7 Up pada tahun 1988, minuman bersoda ini bisa dikatakan gagal karena jumlah penjualan sangat kecil dibanding pada tahun 1940 yang jumlah penjualannya jauh lebih besar. Kabar yang berkembang menyebutkan kalau minuman 7 Up mengalami kegagalan karena cita rasa yang kurang menarik di lidah. Beberapa orang tidak mau membeli minuman 7 Up karena tidak suka dengan rasa yang dihadirkan dalam minuman soda tersebut.

Baca juga: Waspada! Makanan dan Minuman ini Berbahaya Jika Dikonsumsi di Usia 40 Tahun

Tidak hanya beredar di negara-negara tropis luar negeri, minuman 7 Up juga beredar di Indonesia dan menjadi salah satu minuman karbonasi yang banyak disukai. Di Indonesia, minuman 7 Up diproduksi oleh PT. Pepsi-Cola Indobeverages dengan pabriknya di Purwakarta, Jawa Barat. Perusahaan tersebut merupakan joint-venture antara PepsiCo Amerika Serikat dengan Indofood CBP Sukses Makmur Indonesia.

Namun di zaman sekarang minuman 7 Up sudah tidak lagi ditemukan peredarannya di Indonesia, minuman 7 Up menjadi minuman favorit hanya pada era tahun 1980-an dan 1990-an saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here