Warga di Desa Baomekot, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, NTT, belum terjangkau jaringan perusahaan listrik negara (PLN).

Untuk penerangan malam hari, warga 5 RT di desa tersebut mengandalkan lampu pelita dan juga mesin generator.

Kepala Desa Baomekot, Laurens Say mengungkapkan, 50 kepala keluarga di 5 RT di wilayahnya itu, sampai saat ini belum menikmati listrik dari negara.

Lorens mengatakan, saat ini, listrik menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Anak-anak sekolah belajar di malam hari butuh listrik. Baca juga: Ditolak di Maumere, KM Lambelu Beserta ABK Kini Dikarantina di Perairan Makassar.

Begitu juga dengan usaha warga dan fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas. Semuanya itu sangat membutuhkan listrik untuk menunjang kegiatan mereka.

“Kami sudah membuat surat ke Pemkab Sikka dan PLN, tetapi belum ada yang datang survei. Kami akan terus suarakan ini,” ujar Laurens, kepada Kompas.com, melalui sambungan telepon, Senin (13/7/2020).

Laurens mengungkapkan, belum lama ini juga, warga sudah mengirim surat ke PLN Sikka.

Bahkan, warga sempat bertemu Bupati Sikka untuk menyampaikan keluhan terkait aliran listrik ke Desa Baomekot.

Namun, hingga saat ini, petugas yang datang survei belum kunjung muncul.

“74 tahun sudah negara ini merdeka, tetapi warga desa kami belum menikmati buah dari kemerdekaan itu. Kami juga ingin menikmati listrik negara seperti halnya di wilayah lain,” ungkap Laurens.

“Harapannya, tahun ini PLN bisa membawa listrik negara ke Desa Baomekot. Warga sudah sangat merindukan listrik,” sambung Laurens.

 

Sumber : Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here