Perselingkuhan, bagaikan 2 Sisi Mata Uang. Tergantung Dari Sisi Mana Anda Melihatnya. Pro dan kontra, sudah pasti menghampiri Perselingkuhan. Entah itu berselingkuh atau diselingkuhi. Namun tetap saja tidak ada suatu indikasi yang membenarkan perselingkuhan terjadi.

Karena perselingkuhan adalah bermain-main dengan perasaan dan hati seseorang yang terlibat dengan kita. Jika Anda tidak ingin hati dan perasaannya dimainkan oleh seseorang, mengapa Anda harus melakukan perselingkuhan? Kurang lebih seperti itu penggalan pertanyaan dari beberapa masyarakat yang pernah mengalami perselingkuhan atau melihat kerabat yang terlibat dalam kasus itu.

Baca juga: Miris! Pasca Reuni Perselingkuhan Menjadi Semacam Tren!

Ya, perselingkuhan memang bisa dibilang sebuah kasus. Karena mengkhianati pasangan dan hubungan adalah tanda dari tidak sehatnya hubungan itu sendiri. Banyak sekali pro kontra yang hadir dari perselingkuhan, seperti 2 sisi mata uang tergantung pribadi masing-masing mau lihat perselingkuhan tersebut dari sisi yang mana. Tentunya semua orang tidak ingin mengalami kasus perselingkuhan di dalam hubungan, tapi ini adalah suatu kasus yang mungkin saja bisa menerpa siapapun diluar sana.

Menurut pakar relationship perselingkuhan terbagi menjadi 2, yaitu perselingkuhan emosional dan perselingkuhan seksual. Karena menurut data statistik menunjukkan 4 dari 10 pria melakukan perselingkuhan, sementara wanita dengan perbandingan 3 dari 10.

  • Perselingkuhan Emosional.

Perselingkuhan emosional adalah perselingkuhan yang terjadi karena adanya ikatan emosional antara dua orang yang menimbulkan benih-benih perasaan cinta. Biasanya perselingkuhan emosional terjadi karena tingginya frekuensi pertemuan antara 2 orang berlainan jenis dalam suatu kegiatan atau urusan, dan dari seringnya interaksi tersebut berakibat munculnya benih-benih cinta. Misalnya antar rekan sekantor, dokter dengan perawatnya, dosen dengan sesama dosen atau mahasiswanya, dan lain-lain.

Selain seringnya interaksi dan pertemuan antara 2 orang, perselingkuhan emosional juga bisa terjadi apabila tidak ada frekuensi interaksi. Contohnya ada pada 2 orang yang sebelumnya pernah menjalin cinta namun putus ditengah jalan, dan bertemu dalam suatu kesempatan yang membuat mereka merasakan kembali cinta yang dulu pernah ada. Intinya sih, jenis perselingkuhan emosional ini sering terjadi karena keduanya lebih pakai hati.

  • Perselingkuhan Seksual.

Pada dasarnya perselingkuhan seksual terjadi karena seseorang merasa tidak puas dengan kehidupan seksual bersama pasangannya dan menyalurkannya ke orang lain. Biasanya ke wanita sewaan atau siapapun yang bersedia melakukannya tanpa dilandasi rasa cinta. Namun, perselingkuhan seksual juga berpeluang menjadi perselingkuhan emosional apabila interaksi dengan orang yang sama terjadi berulang-ulang hingga timbul rasa cinta di antara keduanya.

Selingkuh memang bukan lah menjadi jalan keluar dari sebuah permasalahan yang ada di dalam hubungan percintaan. Memang perselingkuhan tidak bisa dibenarkan karena kasus perselingkuhan yang terjadi pasti selalu ada yang berperan sebagai pelaku perselingkuhan dan korban perselingkuhan. Mari kita lebih jeli lagi melihat kasus perselingkuhan ini dari sisi sang pelaku dan si korban.

Baca juga: Cetaarrr! Ini 6 Lagu Ampuh Biar Kamu Cepet ‘Move On’ dari Si Dia

Pertama. Pelaku perselingkuhan akan mendapatkan akibat dari apa yang Ia lakukan. Ibarat ada sebab ada akibat, begitulah yang akan terjadi pada si pelaku perselingkuhan. Pelaku perselingkuhan tentunya akan mendapatkan efek samping dari perbuatannya yaitu, susah mendapatkan kepercayaan dari orang lain, karena berselingkuh adalah tindakan pengkhianatan dan merusak kepercayaan yang sudah diberikan.

Kedua. Korban perselingkuhan seseorang yang menjadi korban perselingkuhan bisa mengalami trauma pada sebuah hubungan percintaan, traumatis pada laki-laki (khusus untuk perempuan yang menjadi korban perselingkuhan), jadi tidak mudah percaya sama orang lain.

Ternyata cukup berpengaruh juga kan kasus perselingkuhan ini apabila terjadi pada 2 insan yang sedang menjalin suatu hubungan percintaan? Sebaiknya, ketika ingin melakukan sesuatu dipikir lah terlebih dahulu, apakah ada dampak yang berakibat merugikan diri sendiri dan orang lain atau tidak. Dan apabila mengalami sesuatu, cobalah berkaca dan belajar mengambil hikmah yang positif dari suatu kejadian yang dialami. Semoga artikel ini bermanfaat bagi yang membaca.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here