Apakah kalian masih ingat dengan permainan kelereng? Kebanyakan orang menyebutnya gundu, bola kecil yang terbuat dari kaca. Ada yang bening, ada yang putih, ada yang berwarna-warni, ada juga yang mengkilap. Karena bentuknya yang kecil cara bermain kelereng hanya disentil dengan jari tangan, permainan kelereng menjadi mainan favorit anak laki-laki, meski tak jarang ada pula anak-anak perempuan yang bermain kelereng.

Lantas, dari mana permainan kelereng berasal? Ternyata kelereng sudah ada sejak abad ke 16. Kelereng populer di Inggris dan negara Eropa lain sejak abad ke 16 hingga abad ke 19. Setelah itu baru menyebar ke Amerika. Pada masa Romawi, permainan Kelereng juga sudah dimainkan secara luas. Bahkan, menjadi salah satu bagian dari festival Saturnalia, yang diadakan saat menjelang perayaaan Natal. Saat itu semua orang saling memberikan sekantung biji-bijian yang berfungsi sebagai kelereng tanda persahabatan.

Wah… ternyata kelereng yang menjadi permainan favorit saat masih kecil dulu berasal dari luar negeri dan bukan dari tanah air. Meski begitu, permainan kelereng yang sekarang sudah hampir menjadi sejarah, banyak sekali lho manfaatnya. Mau tahu apa saja manfaat bermain kelereng? Baca terus ya artikel ini;

  1. Mengatur Emosi (Rileks),Bermain kelereng sangat menyenangkan. Kesenangan inilah yang memunculkan perasaan rileks dan dapat membantu anak keluar sebentar dari rutinitasnya sehari-hari untuk mengisi kembali baterai energinya yang sudah hampir habis. Bila energinya sudah kembali penuh, tentu akan memiliki persiapan yang baik ketika akan menghadapi hal-hal yang serius, seperti belajar atau mengerjakan PR.
  2. Melatih Kemampuan Motorik,Kegiatan-kegiatan dalam permainan kelereng, seperti melempar dan menyentil kelereng, dapat melatih keterampilan motorik halus dan kasar di usia sekolah. Makin baik kemampuan motorik, koordinasi visual dan konsentrasinya maka anak pun semakin mahir untuk menembakkan kelereng-kelerengnya.
  3. Melatih Kemampuan Berfikir (kognitif),Bermain kelereng juga dapat merangsang kemampuan berpikir pada anak. Misalnya, jika Ia ingin memenangkan permainan maka harus memecahkan masalah dan menggunakan strategi dengan menggunakan teknik-teknik tertentu.
  4. Kemampuan Berkompetensi, Keberhasilan anak menjalani suatu teknik yang lantas memperoleh tanggapan dari para lawannya merupakan hadiah tersendiri bagi anak. Adanya perasaan bersaing di usia sekolah sangat penting untuk membentuk perasaan harga diripada kepribadian masing-masing sang anak.
  5. Kemampuan Sosial (Menjalin Pertemanan),Yang paling penting dari kegiatan bermain adalah bagaimana anak mampu menjalin pertemanan dengan kawan mainnya. Hubungan pertemanan juga akan memberi kesempatan pada anak untuk mempelajari konteks sosial yang lebih luas. Ia akan lebih mengerti apa itu arti bekerja sama dengan orang lain.
  6. Bersikap Jujur,Anak juga punya kesempatan mengembangkan karakter dan kepribadian yang positif ketika bermain kelereng, seperti pentingnya kejujuran dan fairness. Kecintaannya pada nilai-nilai yang benar merupakan landasan dalam menjalin hubungan dengan orang lain di masa yang akan datang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here