Buat kamu yang ngaku anak Jakarta Selatan, khususnya yang berdomisili di sekitaran Cilandak dan Pasar Minggu mestinya kenal dengan lokasi yang satu ini. Tempatnya terkesan terpelosok dan jauh dari keramaian, inilah GOR Ragunan yang akrab bukan hanya di kalangan atlet dan penyuka olah raga, tapi telah jadi tekape tak terlupakan bagi siswa SD dan SMP, persisnya saban ada ujian pengambilan nilai atletik dan renang, ya kerap dilakukan di GOR ini, lantaran fasilitasnya tergolong lengkap.

Meski fasilitas di GOR Ragunan terbilang lengkap, kesan jadul amat kental terasa. Tak banyak perubahan yang berarti sejak 20 tahun terakhir. Ciri serta layout lapangan sepak bola ya masih begitu saja, pun dengan kolam renang dan fasilitas lainnya. Kami yang merasa dekat dengan GOR ini justru punya kenangan lain, salah satunya adalah kios batagaor yang kondang di kalangan siswa. Kios batagor di area gapura lumayan terkenal, dan terbukti setelah ratusan purnama, memori kuliner renyah tersebut tak lekang ditelan waktu.

Baca juga: Daya Tarik Batagor, Si Primadona Kuliner dari Kota Kembang

Ibarat tak kenal maka tak sayang, GOR Ragunan punya sejarah yang panjang. Berdasarkan literasi, pada tahun 1977 GOR Ragunan yang memiliki luas lahan kurang lebih 17 hektar diresmikan oleh Ali Sadikin, mantan Gubernur DKI Jakarta.

sumber: justu7uh.blogspot.com

Namun seiring dengan berjalannya waktu, kini GOR Ragunan telah berganti nama menjadi Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) pada tahun 2016. Nama GOR Ragunan diganti menjadi PPOP telah disesuaikan dengan Peraturan Gubernur pada tahun 2016 berdasarkan pergub nomor 4 tahun 2016 dan beruba lagi berdasarkan pergub nomor 367 tahun 2016.

Digantinya nama GOR Ragunan menjadi PPOP ternyata memiliki tujuan khusus, yaitu bertujuan membina para pelajar DKI Jakarta untuk berprestasi di bidang olahraga. PPOP memang khusus dijadikan tempat untuk membina para pelajar se DKI Jakarta yang akan berlaga di ajang Popnas. Para pelajar DKI Jakarta sebelum masuk ke dalam Pusat Pelatihan PPOP tentunya wajib menjalani serangkaian seleksi yang diberikan dengan standart khusus dari PPOP.

Proses seleksi yang mesti dilakukan para pelajar DKI Jakarta sebelum masuk ke PPOP adalah proses seleksi yang diberikan dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta, seperti tes fisik dan psikologi. Jadi, PPOP tidak sembarangan menerima para pelajar tersebut. Dan pemerintah tidak hanya melihat para pelajar ini dari segi olahraga saja, tetapi juga dari pendidikannya yang memang mesti diutamakan.

PPOP tidak hanya dijadikan sebagai wadah untuk membina para pelajar DKI Jakarta agar mumpuni dibidangnya, PPOP pun juga mampu menghasilkan atlet-atlet berkualitas yang sudah berlaga di ajang Asian Games 2018 Agustus lalu. Atlet Asian Games jebolan dari PPOP yang turut memeriahkan adalah Atlet Gulat, Atlet Silat.

Saat ini PPOP sedang membina ratusan atlet dari belasan cabang olahraga yang ada. PPOP melayani pembinaan olahraga pelajar DKI Jakarta kurang lebih ada 285 atlet yang dibina dari 19 cabang olahraga. Tugas pokok PPOP selain membina para pelajar sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, PPOP juga melayani masyrakat umum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here