Sudah dua bulan lebih Indonesia terinfeksi virus corona. Sepanjang periode inilah semua orang di Republik ini harus mengalaj dengan ganasnya virus yang menjadi pandemic ini. Sampai hari ini, belasan ribu orang telah terinfeksi Covid-19 dan ribuan diantaranya meninggal dunia. Negara yang seharusnya hadir sebagai juru penyelamat malah terkesan tak begitu serius menangani pandemic covid-19. Meski berbagai kebijakan telah dibuat, hasilnya tak begitu berdampak dan semakin menyengsarakan masyarakat. Bahkan, orang nomor 1 di Republik ini sudah menyarankan agar semua orang bisa berdamai dengan virus corona.

Sejak Presiden Jokowi mengumumkan kasus pertama Covid-19 di tanah air Maret silam, sampai detik ini kasus positif corona masih terus bertambah. Angka penambahannya pun masih stabil dan belum ada tanda-tanda penurunan. Terhitung sebanyak 18.598 kasus positing telah terkonfirmasi dan 1.221 orang diantaranya telah meninggal dunia. Perolehan ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara Asia dengan kasus corona terbanyak.

Data diatas sebenarnya membuktikan bahwa Indonesia masih belum terbebas dari virus corona. Masih banyak penularan yang terjadi ditengah masyarakat. Berbagai factor pendukung memiliki andil besar pada masifnya penyebaran virus corona di tanah air.

Kesadaran Masyarakat yang Tak Kunjung Hadir

Ada anggapan bahwa garda terdepan melawan Covid-19 adalah para tenaga medis. Mereka para dokter, perawat, petugas rumah sakit hingga pengantar jenazah pasien adalah orang-orang yang harus berhadapan langsung dengan virus corona. Namun sebenarnya, garda terdepan ialah masyarakat yang memiliki kewajiban untuk mengikuti anjuran dalam melawan virus ini.

Tagar #IndonesiaTerserah mungkin jadi gambaran paling jelas untuk masyarakat Indonesia saat ini. Betapa tidak, sebagian orang masih saja tak mengikuti berbagai imbauan untuk tetap beraktivitas di rumah ataupun menjaga jarak saat berada di keramaian. Peristiwa Mcd Sarinah dan Bandara Soekarno Hatta beberapa hari yang lalu adalah cerminan betapa egoisnya sebagian masyarakat tak mengindahkan protocol pencegahan virus corona.

Mereka dengan mudahnya melanggar kodrat yang sudah berjalan selama dua bulan terakhir. Tenaga medis jelas menjadi pihak yang paling dirugikan dengan kurangnya kesadaran masyarakat. Mereka sudah cukup menderita dengan mengalami berbagai penolakan dari orang terdekatnya, kini tenaga medis memiliki beban yang lebih berat untuk melawan virus corona. Padahal banyak dari mereka yang sudah berguguran karena ganasnya pandemi tersebut.

Kebijakan Pemerintas yang Tak Jelas Arahnya

Perilaku masyarakat tadi sebenarnya juga bukan alasan. Sebagian dari masyarakat harus tetap menyambung hidupnya. “Tak kerja, maka tak makan”, adalah paham yang menggambarkan nasib mereka yang terdampak virus corona. Para pekerja harian seperti penjaja makanan, pengemudi online, dan pekerja informal lainnya jelas gigit jari selama virus corona mewabah.

Sebenarnya dampak dari Covid-19 bisa ditekan bila ditangani dengan cepat. Sejak awal virus corona hadir di Republik ini, pemerintah terkesan kurang cekatan dalam menangani penyakit yang menjadi pandemi tersebut. Malah sebagian pejabat terkesan menremehkan dan tidak menganggap serius wabah yang satu ini.

Semoga kita semua dapar melewati pandemi ini dengan selamat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here