Berawal dari rasa iba nya melihat mahasiswa hanya makan mi instan, penyanyi Jon Bon Jovi membuka cabang ke tiga restoran Soul Kitchen yang dikhususkan untuk mahasiswa di New Jersey, Amerika Serikat.

Restoran Soul Kitchen memiliki tampilan yang cukup mewah dengan desain interior dan perabotan yang mewah pula. Restoran yang buka lima hari dalam sepekan ini menyajikan menu istimewa.

Restoran ini memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya jauh berbeda dari restoran yang lain. Di sini, dalam daftar menu makanan di restoran tidak dicantumkan harga. Tapi, bukan berarti gratis. Bagi pengunjung yang tergolong mampu, diminta membayar US$ 20, atau setara Rp 280 ribu. Harga tersebut dibanderol untuk semua jenis makanan.

Aksi mulia dari Jon Bon Jovi ini tentunya membuat siapa pun merasa haru melihatnya. Karena, khusus bagi pengunjung yang tidak bisa membayar, tidak perlu khawatir. Mereka tetap bisa menikmati sajian lezat dari JBJ Soul Kitchen dan membayarnya dalam bentuk lain seperti cuci piring atau mengelap meja, misalnya.

Jon Bon Jovi di Dapur Soul Kitchen.

Dibalik aksinya yang membangun sebuah restoran untuk para pengunjung yang tidak bisa membayar, Jon Bon Jovi memiliki maksud lain, yaitu Ia tidak ingin melihat mahasiswa yang tak mampu membeli makan terpaksa harus mengonsumsi mi instan dan tidak bisa makan enak.

Musisi peraih banyak penghargaan tersebut membuka usaha restoran bukan semata untuk meraup keuntungan, melainkan berderma demi membantu para tunawisma. Konsep yang dijalankan di JBJ Soul Kitchen sebenarnya adalah ide Dorothea Hurley, istri dari Bon Jovi. Ide tersebut muncul saat Hurley tengah bersantai.

Bahkan, hingga saat ini, JBJ Soul Kitchen sudah memiliki dua cabang. Awal tahun 2020 nanti, tepatnya pada 22 Januari 2020, Bon Jovi akan membuka cabang Soul Kitchen ketiganya di kampus Rutgers University.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here