Aladin merupakan cerita fiksi yang banyak menarik perhatian karena ceritanya yang tergolong menarik. Bukan hanya film Bollywood dan Hollywood saja, Indonesia juga kecipratan cerita fiksi Aladin ini loh. Tepatnya sebuah film yang di produksi pada tahun 1980, Aladin dan Lampu Wasiat. Di film ini, penggemar Rano Karno akan tersihir oleh cinta dan rayuan khas dari dirinya.

Baca Juga : Berangkat dari Kisah Nyata, 5 Film Jadul ini Sukses Bikin Penonton Nangis!

Aladin dan Lampu Wasiat (1980) ini diperankan oleh aktor dan aktris senior dan favorit sepanjang masa. Mereka adalah Rano Karno dan Lydia Kandou. Film ini pun di adaptasi dari berbagai film aladin yang populer, namun dikemas dengan apik dan rapih dengan gaya Indonesia.

Rano Karno berperan sebagai Aladin, seorang anak muda yang tinggal bersama ibunya Aminah (Marlia Hardy). Demi mencukupi kehidupannya, Aladin bekerja sebagai kuli di sebuah pasar. Suatu ketika dirinya menemukan sebuah lampu berwarna emas yang ternyata merupakan lampu ajaib.

Lampu ajaib tersebut membawa keberuntungan bagi kehidupan Aladin dan sang ibunda. Jin yang menghuni lampu ajaib miliknya tersebut ternyata mampu mengabulkan apapun permintaan dari tuannya atau seseorang yang menggosokan tangannya ke lampu ajaib tersebut.

Aladin tidak ingin menggunakan kekuatan tersebut untuk dirinya. Hingga suatu hari Aladin jatuh cinta kepada seoarng puteri kerajaan, Puteri Permatasari yang diperankan oleh Lydia Kandou. Namun sang raja, Harun Al Rasyid (Doddy Sukma) memberikan sebuah syarat kepada Aladin, yakni membangun sebuah istana untuk Permatasari. Aladin pun menyanggupinya dan meminta bantuan kepada jin penghuni lampu ajaib.

Hambatan Aladin untuk mendapatkan cinta Permatasari tidak berhenti sampai di situ saja, Aladin sempat diasingkan dan di pukul oleh pasukan yang dikirim Musthapa (Alan Suryaningrat). Setelah tak sadarkan diri, tubuh Aladin pun dibuang ke tengah jurang.

Wazir Hussein (Sukarno M.Noor) ayah dari Musthapa pun berada dalam tingkat kemenangan tertinggi. Ia berhasil mencuri lampu ajaib milik Aladin dan mengancam Raja Harun Al Rasyid untuk memberikan tahtanya. Sang Raja menolak. Hingga akhirnya Aladin datang bersama dengan permadani terbangnya.

Nah kisah romantis Aladin demi memperjuangkan cinta Permatasari ini pastinya sangat melekat dengan generasi 1980-an. Pasalnya film ini di tayangkan pada tahun 1980-an, dan di produksi oleh Rapih Film. Sutradara dari Aladin dan Lampu Wasiat (1980) ini adalah Sisworo G.P. Penasaran dengan sihir cinta ala Rano Karno? Coba deh kamu nonton film jadul yang satu ini. Tenang, ga kalah kok dengan kisah aladin produksi luar negeri.

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here