Sokaraja merupakan salah satu daerah yang terletak di Jawa Tengah. Kota ini dikenal dengan jajanan khasnya berupa soto sokaraja. Bukan hanya soto saja, Sokaraja juga dikenal dengan buah tangannya berupa getuk goreng.

Getuk goreng merupakan makanan yang terbuat dari singkong yang ditambahkan gula merah sehingga menciptakan rasa manis dan gurih. Sajian cemilan ini berasal dari Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah.

Getuk goreng H.Tohirin (Foto: arsip kemdikbud)

Penemuan cemilan getuk goreng ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda, tepatnya pada tahun 1918. Mulanya sajian ini hanya diperuntukan bagi kalangan kelas atas saja. Salah satu tokoh yang berperan penting dengan kahadiran getuk goreng ini adalah Sanpirngad Karta Dikrama.

Mulanya, Sanpirngad hanyalah pedagang yang menjual nasi rames. Selama berjualan nasi rames, beliau juga menyajikan hidangan cemilan berupa getuk cemol (getuk tales) dengan tekstur yang sedikit basah. Suatu ketika dagangannya tersebut tidak habis terjual, sehingga Sanpirngad mencoba untuk menggoreng getuk buatannya.

H.Tohirin, salah satu pelopor kesuksesan getuk goreng khas Sokaraja (Foto: Kemdikbud)

Alih-alih mencoba menggoreng getuk, cemilan itu pun akhirnya ia coba sajikan di warung sederhananya tanpa di perjualbelikan. Sekitar tahun 1924, getuk goreng buatannya pun mulai dijual secara komersil. Hal ini lantaran para pelanggan nasi ramesnya sangat menyukai cemilan yang disediakan tersebut.

Seiring berjalannya waktu, Sanpirngad pun mulai meninggalkan usaha bisnis kuliner nasi ramesnya. Ia fokus dan mengembangkan bisnis getuk gorengnya yang jauh lebih banyak digemari para pelanggan. Sanpirngad pun membuka toko getuk goreng pertamanya, ia menamainya dengan nama nomor satu.

Toko getuk goreng pertamanya ini pun ia wariskan kepada menantunya yang bernama Tohirin. Di tangan Tohirin, bisnis kuliner getuk gorengnya pun semakin berkembang pesat. Sedikitnya tiga toko berhasil dibuka dan dikembangkan menjadi pusat penjualan getuk goreng khas Sokaraja.

Getuk goreng khas Sokaraja

Kini bisnis keluarga itu pun sudah diturunkan ke generasi ke empat. Bisnis getuk goreng H.Tohirin saat ini dikembangkan oleh Dossy Susana, cicit dari keluarga Sanpirngad. Kesuksesan bisnis kuliner getuk goreng khas Sokaraja ini tak lepas dari campur tangan H.Tohirin, menantu dari Sanpirngad. Maka dari itu, cabang-cabang getuk goreng yang berada di Sokaraja menggunakan nama H. Tohirin sebagai identitas.

Untuk memenuhi permintaan dan perkembangan zaman, saat ini getuk goreng H. Tohirin bukan hanya disajikan dengan rasa original saja. Getuk goreng Sokaraja ini sudah berkembang dengan menambahkan beragam rasa mulai dari nangka, durian, cokelat, nanas, dan rasa lainnya.

Kesuksesan ini lah yang membuat getuk goreng sebagai makanan tradisional yang terpilih sebagai warisan budaya Indonesia. Jika Anda berkunjung ke daerah Sokaraja, jangan heran jika Anda akan menemukan toko getuk goreng H. Tohirin disepanjang jalan ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here