Apakah anda termasuk ke dalam salah satu orang yang pernah atau bahkan sering terkena razia kendaraan? Memang cukup mengesalkan jika tiba-tiba diberhentikan oleh para aparat kepolisian untuk sekedar di periksa kelengkapan surat dari kendaraan yang kita tumpangi. Namun, tahukah anda dari mana asal usul sejarah kemunculan operasi Zebra ini?

Operasi Zebra pertama kali muncul pada 1978 di Irian Jaya (yang saat ini menjadi Papua). Penggagas dari gelar razia operasi Zebra ini ialah Brigadir Jendral Soedarmadji, Kepala Daerah Polisi Irian Jaya. Gagasan ini ia usung lantaran banyaknya para pengendara yang mengabaikan peraturan lalu lintas.

Sejak saat itulah Brigadir Jendral Soedarmadji menemukan cara agar para pengendara mematuhi peraturan lalu lintas, yang berguna untuk keselamatan para pengendara. Operasi penertiban lalu lintas ini pun diberi kode sandi ‘Zebra’, yang hingga sekarang dikenal dengan Operasi Zebra.

Usulan atas penertiban lalu lintas ini pun ia bawa ke Pulau Dewata, Bali. Saat itu Soedarmadji dipindah tugaskan ke Bali dan Nusa Tenggara. Pemberlakuan operasi Zebra ini pun kembali ia berlakukan di wilayah ramai wisatawan. Dengan operasi Zebra yang kerap kali ia canangkan inilah masyarakat Bali melakukan penolakan dan melancarkan aksi protes. Bahkan Gubernur Bali saat itu harus turun tangan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat Bali.

Tahun 1983, berita tentang kesuksesan operasi Zebra itu pun mulai terdengar hingga ke Jawa Timur. Mulailah operasi Zebra giat diadakan di wilayah Jawa Timur, namun tetap dengan penolakan yang sama seperti masyarakat Bali lakukan. Para supir taksi colt pun melakukan protes kepada pihak apart keamanan atas tindakan tersebut, bahkan tak sedikit supir taksi colt yang melakukan aksi mogok demi menghindari operasi Zebra.

Maksud hati ingin memberontak dengan adanya operasi Zebra, nyatanya para supir taksi colt ini justru kekurangan jumlah storan akibat aksi mogoknya. Secara terpaksa, suka maupun tidak suka, supir taksi colt pun mulai kembali beroperasi seperti biasanya.

Sementara itu tradisi operasi Zebra di Ibukota, Jakarta mulai masuk pada tahun 1985. Saat itu sesuai dengan instruksi Kapolri Anton Soedjarwo per tanggal 25 Juli 1985 menjadi operasi zebra pertama di Ibukota, dengan Soedarmadji menjabat posisi baru sebagai Kadapol Polda Metro Jaya.

Lagi dan lagi aksi tindak penertiban ini pun menuai kontroversinya. Banyak masyarakat Ibukota menilai bahwa operasi Zebra tersebut tidak efektif dan banyaknya aksi suap kepada petugas kepolisian. Untuk meyakinkan masyarakat Indonesia, Soedarmadji pun menindak tegas para petugas yang terbukti korup dan menerima suap. Maka digelarlah Operasi Bersih, yang kemudian membuktikan sedikitnya 797 anggota kepolisian terbukti menerima suap.

Sanksi tegas pun di keluarkan oleh Kepolisian dengan jenis yang beragam, mulai dari mutasi, administratife, dan penurunan pangkat. Selama tahun 1985, Operasi Zebra di seluruh Indonesia berlangsung hingga 72 hari. Polri mengklaim  bahwa dengan adanya operasi Zebra ini tingkat kecelakaan menurun hingga 49.5 persen.

Tidak ada salahnya memang dengan operasi Zebra yang kerap kali di gelar oleh pihak kepolisian. Hal ini nantinya juga akan berguna bagi diri sendiri (pengendara), maupun bagi orang lain yang tidak berkendara. Sudah berapa kalikah Anda mendapat sanksi tegas berupa surat tilang dari Pak Polisi?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here