Kue Dongkal merupakan salah satu jajanan tradisional masyarakat Betawi yang sudah mulai susah ditemui karena tergerus perkembangan zaman, padahal kue dongkal memiliki bentuk yang unik lho! Berbentuk kerucut seperti sebuah gunungan dengan lelehan gula merah. Asap akan mengepul begitu kue ini matang dan diangkat dari kukusan.

Kue Dongkal yang Baru Matang

Tidak jelas apa yang membuat kue dongkal menjadi susah ditemui, jajanan khas betawi ini tidak memerlukan bahan-bahan yang rumit untuk membuatnya. Untuk membuat satu buah kue dongkal hanya perlu menyiapkan tepung beras, gula merah, garam, kelapa parut, dan daun pandan.

Semuanya dicampur dan disusun dengan komposisi tertentu, dimasukkan secara bergantian ke dalam kukusan dari anyaman bambu yang berbentuk mirip topi pak tani. Adonan dan gula merah dimasukkan silih berganti, lalu dikukus menggunakan kukusan tradisional tinggi berpinggang. Dan voila, dalam jangka waktu tak berapa lama kue dongkal sudah siap untuk disantap.

Kue dongkal memang lebih nikmat disantap panas-panas. Oleh karena itu, adonannya tidak dibuat dalam jumlah banyak. Jika ada pemesan, barulah kue dibuatkan. Lagipula, waktu untuk membuatnya tidak terlalu lama, sekitar 7-10 menit, sehingga penjual dengan mudah dapat membuatnya secara berulang-ulang.

Kue dongkal memiliki tekstur dan rasa yang mirip seperti kue putu, karena cara membuatnya pun sama dengan cara dikukus. Adonannya pun serupa dengan isian gula merah di dalamnya yang membuat kue dongkal memiliki rasa manis yang mampu membangkitkan kenangan masa lalu ketika jajanan ini masih sangat mudah ditemui, tidak seperti sekarang ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here