Asal Usul Senayan dan Sejarah GBK

Kawasan Senayan merupakan salah satu daerah ikonik bagi masyarakat Jakarta. Keberadaannya selain melegenda juga menjadi salah satu jantung kota yang di dalamnya memiliki sebuah stadion kebanggaan masyarakat Indonesia, Gelanggang Olahraga (Gelora) Soekarno. Sebelum menyandang nama Gelora Soekarno, stadion terbesar se-Asia Tenggara ini lebih dulu menyandang nama Gelora Senayan. Bagaimanakah proses dan asal usul kata Senayan terkenal?

Keberadaan Gelora Senayan ini sudah ada sejak jaman kolonial Inggris, yakni sekitar tahun 1808. Namun, pembangunan dari gelanggang olahraga ini mulai dibentuk pada tahun 1960-an. Saat itu Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno menerima tantangan atas terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games ke IV tahun 1962.

Asal Usul Senayan dan Sejarah GBK

Pembangunan gelanggang olahraga ini tak lepas dari campur tangan dan bantuan Uni Soviet, yang saat itu didampingi oleh Nikita Sergeiwitsj Kruschev. Pada suatu kesempatan atas kunjungan Nikita Kruschev ke Indonesia, Ir. Soekarno pun mengajaknya untuk meninjau pembangunan gelanggang olahraga dengan atap melingkar.

Dengan dana sekitar 12.5 juta dollar, pembangunan gelanggang olahraga ini pun melibatkan para insinyur dan teknisi dari Uni Soviet. Ir. Soekarno menginginkan gelanggang olahraga ini nantinya akan menampung sedikitnya 110,000 orang.

Nama Senayan sendiri kabarnya diambil dari nama wilayah tersebut pada masanya. Kata Senayan dulunya menggunakan kata Wangsanayan, yang berarti tanah tempat tinggal atau tanah milik seseorang dengan nama Wangsanayan.

Asal Usul Senayan dan Sejarah GBK

Wangsanayan sendiri merupakan seseorang berpangkat Letnan yang berasal dari Bali, ia lahir sekitar tahun 1680 dan memutuskan untuk tinggal di Batavia atau Jakarta. Seiring waktu berjalan nama Wangsanayan berubah karena masyarakat lebih mudah mengucapkannya menjadi kata Senayan.

Saat ini nama untuk stadion kebanggaan Indonesia ini telah kembali mengalami sedikit perubahan. Dimana saat ini nama yang digunakan dan dikenal oleh masyarakat umum ialah Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Peresmian dan pembukaan Stadion GBK dilakukan Presiden Soekarno tahun 1962, tepatnya 21 Juli pukul 17.00. Hal ini juga ditandai dengan perhelatan akbar olahraga terbesar se-Asia, Asian Games. Setahun setelah melaksanakan perhelatan akbar olahraga terbesar, Stadion GBK kembali dipercaya untuk melangsungkan pentas olahraga bertaraf internasional, GANEFO (Games of the New Emerging Forces).

Kini, Stadion GBK telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan olahraga. Sedikitnya Stadion GBK terbagi atas 36 venue, politik, bisnis, pariwisata dan juga rekreasi. Selain itu Stadion GBK juga menyediakan lahan hijau sebanyak 84% sebagai Kawasan Terbuka Hijau, yang merupakan daerah resapan air dengan lingkungan hijau.

Bukan hanya itu saja, kawasan Stadion GBK juga ditumbuhi dengan tanaman-tanaman langka dan rindang. Hal ini pula yang membuat masyarakat lebih nyaman melakukan aktivitas olahraga di kawasan Stadion GBK.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here