Generasi 80-an dan juga penikmat musik rock masih ingat dengan Atiek CB? Salah satu penyanyi rock asal Indonesia yang nyentrik dengan kacamata hitamnya. Nama Atiek CB ini mulai dikenal masyarakat sejak dirinya terjun ke industri musik Indonesia, dengan lagu andalannya Risau, Akh dan Kau Dimana.

Memiliki nama asli Atiek Prasetyawati, dirinya menjadi penyanyi rock wanita Indonesia yang namanya ngehits pada era 1980 hingga awal 2000-an. Atiek CB berasal dari Kediri, Jawa Timur yang lahir pada 25 Mei 1963. Nama CB yang ia sandang sebagai nama panggungnya ini bermula ketika ia duduk dibangku SMP.

Semasa SMP, Atiek bergabung dengan salah satu band asal SMP N 1 Kediri yang diberi nama CB Band. Dari situlah nama Atiek Prasetyawati dikenal menjadi Atiek CB. Tampil dengan enerjik dan gaya yang ekspresif membuat Atiek pun mulai dikenal banyak orang. Hingga suatu hari perusahaan rekaman asal Surabaya mengajaknya untuk rekaman album di studionya dan merilis album Atiek CB.

Suaranya yang khas saat bernyanyi, membuat A Riyanto pun menawarkan Atiek CB untuk melakukan rekaman di Jakarta. Saat itu A Riyanto dengan label rekamannya, Arco Record sangat tertarik dengan penampilan Atiek CB. Bersama dengan Arco Record, Atiek CB pun merilis beberapa album diantaranya album Nusantaraku, Nusantara 2, Nusantara 3, dan Nusantara 7.

Atiek CB (Source: liputan6)
Atiek CB (Source: liputan6)

Sayangnya album yang digarap Atiek CB bersama A Riyanto ini kurang mendapat respon positif dari penikmat musik rock Indonesia. Hingga akhirnya Atiek CB dan A Riyanto pun memutuskan untuk merilis album terakhirnya bersama Arco Record. Pada 1984, Atiek CB yang dibantu A Riyanto merilis album Ilusi Pagi yang juga menjadi album terakhir Atiek CB dengan A Riyanto. Diluar dugaan, album ini pun mendapat respon baik dan mulai diperhitungkan, hingga lagunya mulai banyak diputar diberbagai radio.

Ciri khas Atiek CB yang menggunakan kacamata hitam setiap tampil ini, bermula ketika ia akan melakukan pemotretan untuk album terbarunya. Saat itu almarhum Farid Hardja meminjamkan Atiek CB kacamata hitam miliknya untuk digunakan saat pemotretan. Berawal dari situlah Atiek CB dirasa lebih cocok menggunakan kacamata hitam hingga sekarang.

Saat itu Atiek CB akan melakukan rekaman album Transisi dengan label rekaman baru, Purnama Record. Kala itu, Erwin Gutawa lah yang ditunjuk sebagai Music Director dari album terbaru Atiek CB, Transisi. Pasca pindahnya Atiek CB dari label lamanya, membuat Atiek CB lebih bebas dalam berekspresi maupun bernyanyi.

Salah satu lagu ciptaan Cecep AS yang berjudul Risau dipilih sebagai lagu andalannya. Pemilihan tersebut pun sangat tepat, pasalnya lagu Risau berhasil masuk ditangga lagu radio-radio swasta. Lagu Risau berhasil menempati posisi 1 selama berminggu-minggu pada awal tahun 1985.

Sebelum melanjutkan untuk merilis album berikutnya, Atiek CB bersama Purnama Record sempat merilis single Antara Anyer dan Jakarta. Namun sayangnya saat itu Purnama Record tidak melakukan promosi yang kuat atas lagu tersebut, Hingga akhirnya lagu Antara Anyer dan Jakarta kembali dirilis dengan menggandeng Sheila Majid sebagai penyanyi asal negeri jiran, Malaysia.

Pasca kejadian tersebut, Atiek CB pun kembali merilis album sebagai bentuk pembuktian dirinya di blantika musik Indonesia. Atiek merilis album Akh dengan memiliki beberapa single hits andalan. Cecep AS pun kembali ditunjuk untuk bekerjasama dalam album terbaru Atiek CB, Akh.

Album Akh pun mendapat respon baik dan laku dipasaran. Beberapa lagu seperti Akh, Di bibirku Ada Cinta, Permohonan dan Apa Lagi berhasil melejit dan ngehits pada waktu itu. Saat ini Atiek CB memilih untuk tinggal dan menetap di Amerika bersama suaminya, Lawrence.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here