“Sekarang saya sudah tidak takut mati karena Ainun di dimensi lain sudah menunggu saya dan menemui saya pertama kali,”

Celotehan mengiris hati dari sosok Bapak demokrasi Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie masih terngiang di telinga. Saat itu sosoknya yang ceria sedang melakukan wawancara bersama Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa.

Ungkapan itu pun membawanya dalam keberanian untuk dipertemukan kembali dengan satu-satunya wanita yang paling ia cintai semasa hidup, Hasri Ainun Basari. Bacharuddin Jusuf Habibie, putra terbaik bangsa, yang juga Presiden ke-3 Indonesia meninggal dunia. Duka itu menyeruak pada malam hari sekitar pukul 18:06 WIB, Habibie berpulang dalam usia 83 tahun.

B.J. Habibie Meninggal Dunia
B.J. Habibie Muda

Bacharuddin Jusuf Habibie merupakan seorang anak yang lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Putra dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowadojo ini merupakan anak keempat dari delapan bersaudara. Tumbuh besar dari keluarga terhormat dan terpelajar, Habibie harus kehilangan ayahnya di tahun 1950.

Perjalanan panjang seorang Habibie untuk menjadi putra terbaik bangsa pun penuh lika-liku. Ia sempat mengenyam pendidikan dengan cara berpindah-pindah. Mulai dari HBS (horgere burger school), Gouvernements Middelbare School hingga Sekolah Menengah Atas Katolik tahun 1951 hingga 1954.

B.J. Habibie Meninggal Dunia
Putra terbaik Indonesia yang mencintai teknologi

Selain dikenal dengan nama Habibie yang juga berasal dari seorang guru ngajinya, Habibie juga dikenal dengan nama Rudy. Kecintaannya terhadap dunia teknologi, khususnya pesawat terbang membawanya untuk melanjutkan pendidikan di Departemen Elektro. Tahun 1955 ia melanjutkan pendidikannya di jurusan Konstrukis Pesawat Terbang di Rheinisch Westfählische Technische Hochschule (RWTH), Achen, Jerman Barat.

Selama 10 tahun menempuh pendidikan, ia berhasil meraih gelar doktor ingenieur (doktor teknik) dengan predikat terbaik, summa cum laude. Menempuh pendidikan di negeri orang, Habibie terlibat aktif dalam kegiatan mahasiswa. Ia sempat menjadi ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Achen tahun 1957.

“Hiduplah kamu seperti akan mati besok, dan berbahagialah seperti kamu akan hidup selamanya,”

Pada 12 Mei 1962, Habibie memutuskan untuk menikah dengan Hasri Ainun Basari, seorang dokter lulusan Universitas Indonesia. Ainun merupakan putri dari pasangan R. Mohamad Besari dan Sadrmi. Perkenalan Habibie dan Ainun bukan hanya terjadi begitu saja. Keduanya merupakan teman sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Dari pernikahannya dengan Ainun, mereka di karuniai dua orang anak bernama Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Sukses menempuh pendidikan, Habibie mulai bekerja sebuah perusahaan gerbong kereta api Talbot. Disana ini ditugaskan untuk membuat prototype gerbong kereta api. Dengan kecerdasan yang luar biasa, hasil desain yang ia rancang berhasil memenangkan tender tersebut, yang semula banyak diragukan oleh petinggi di perusahaan tersebut.

B.J. Habibie Meninggal Dunia
Habibie dan Ainun bersanding sebagai pasangan suami istri di hari pernikahan mereka

Kecintaannya terhadap Indonesia membuat Habibie menolak dua tawaran pekerjaan sekaligus. Pertama, menjadi seorang pengajar di RWTH dan kedua bekerja di sebuah perusahaan pesawat boeing. Habibie justru mendaftarkan dirinya ke sebuah perusahaan pembuat pesawat Hamburger Flugzeug Bau (HFB), yang mengembangkan pesawat Fokker F28 dan Hansajet 320. Ia diangkat menjadi Direktur Pengembangan dan Penerapan Teknologi tahun 1973.

Tahun 1974, Presiden Soeharto meminta Habibie untuk kembali ke Indonesia. Permintaan itu diperuntukan untuk Habibie dalam mengembangkan industri di Indonesia. Tahun 1978, Habibie dipercaya untuk menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi.

Tidak berhenti sampai disitu saja, Habibie secara mengejutkan ditunjuk oleh Soeharto untuk mendampinginya menjadi Wakil Presiden. Pada tahun 1998, Soeharto dilengserkan dan membuat Habibie menjabat sebagai Presiden Indonesia dengan periode paling singkat, 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999.

B.J. Habibie Meninggal Dunia
Kembali ke Indonesia Habibie menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi

Selama menjabat sebagai Presiden Indonesia, Habibie banyak menorehkan sejarah bagi bangsa Indonesia, salah satunya adalah dengan referendum Timor Timur. Keputusan ini menjadi salah satu yang paling kontroversial sepanjang karir Habibie sebagai Presiden Indonesia. Selain itu, Habibie juga menekan peraturan Undang-Undang tentang pers, UU Perlindungan Konsumen, berhasil menurunkan nilai tukar mata uang Dollar Amerika dari 1 US$ senilai Rp 17.500 menjadi  Rp 7.000 dan masih banyak lagi.

Kisah perjalanan Habibie pun sempat dimuat ke dalam sebuah film layar lebar dengan judul Habibie & Ainun (2012). Saat itu Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari dipercaya untuk menjadi pemeran utama dalam film tersebut.

Kini, Eyang Habibie telah kembali bertemu dengan cinta sejatinya, Ainun. Kisah perjuangannya dan kecintaannya terhadap Indonesia maupun Ainun patut dijadikan pedoman bagi Bangsa Indonesia. Selamat jalan Eyang Habibie, jalan mu terang bertemu kembali dengan cinta sejati, Ainun. Jenazah Bacharuddin Jusuf Habibie akan dimakamkan di TPU Kalibata, kavling 120 tepat di sebelah Ainun, istri tercinta Habibie.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here