Waspada menghadapi orang licik yang tak suka dengan kita. Pendengki ada di mana-mana. Betapapun hebatnya kita, merasa mampu mengamankan diri kita, tetap saja suatu waktu pertahanan itu jebol. Bagaimanapun, karena ini sudah takdir, hadapi saja. Bagaimana mengatasi ini? Ada beberapa hal yang mungkin dapat kita lakukan untuk mengatasi kelicikan yang terjadi baik itu di kantor, di tempat kerja lain atau di lingkungan sekitar, di mana pun yang terdapat persaingan baik itu yang bersifat preventif dan ataupun defensive.

Nah apa saja yang perlu dilakukan untuk itu?

  1. Waspada, jaga jarak.

Betapapun hebatnya kita, merasa kita mampu mengamankan diri kita, tetap saja suatu waktu pertahanan itu jebol selalu ada saja kelicikan yang dilakukan orang untuk menjatuhkan kita.

Nah, menghadapi orang licik, orang yang tidak suka kita, para pendengki ini, perlu waspada. Secara umum dan berdasarkan pengalaman ada dua jenis kelicikan yang dilakukan orang kepada kita yaitu kelicikan yang tampak dan terang-terangan dan kelicikan yang tersembunyi.

Kelicikan terang-terangan jelas kita bisa melihatnya, mengantisipasinya, melakukan tindakan preventif dan mengharapkan keselamatan lebih besar dari tindakan aniaya orang akan kita. Misalnya saat seorang ketahuan memfitnah kita, kita bisa melabraknya, melaporkannya ke bos jika kerja di kantor, atau lapor polisi.

Bagaimana dengan kelicikan tersembunyi? Kelicikan tersembunyi berupa sihir yang bisa dilakukan orang, baik itu di tempat kerja, di warung & restoran, atau dimanapun. Ini biasanya karena persaingan kerja, persaingan bisnis dan semacamnya. Hal ini, termasuk sihir semacam santet, teluh dsb susah dideteksi.

Adalah hak Anda untuk tidak mempecayai hal-hal mistis seperti yang saya sebutkan tadi. Namun, Khususnya, jika kita Muslim, tentulah kita beriman kepada hal-hal yang ghaib.

  1. Tetap berpikir & berperilaku positif dan lakukan rutinitas seperti biasa.

Tidak perlu melakukan pembalasan saat menghadapi pendengki, orang licik yang tidak suka dengan kita ini. Yang licik sudah jadi tabiat sangat berbahaya menghadapinya.

Ketika kita tahu ada orang yang berusaha berbuat aniaya kepada kita, hal yang penting perlu kita lakukan adalah jangan mudah terpancing emosi, karena ini akan menimbulkan masalah tersendiri.

Sebaiknya kita tetap melakukan rutinitas kita dan tetap berpikir positif dan yakin bahwa rencana jahat tidak akan dapat terlaksana tanpa seijin Allah. Hati-hati dengan berlaku konfrontatif bisa jadi malah Anda nanti yang terpuruk dan menyesal dengan angkara murka Anda. Api bukan dipadamkan dengan api, tapi dengan air. Tetaplah menjadi seperti air yang menyejukkan.

  1. Instrospeksi, coba cari tahu apa yang membuat orang lain sepertinya benci kepada kita.

Kita harus berusaha adil pada kondisi apa pun, termasuk saat menghadapi orang licik yang tidak suka kita ini, pendengki yang dilaknat. Jika memang kesalahan ada pada kita, hendaknya kita bisa memperbaikinya & jika Menyangkut hak orang hendaklah kita meminta maaf kepadanya. Namun jika dia iri dengan pencapaian kita, jangan pernah sekalipun tunduk, menyerah menghadapi kelicikannya.

  1. Tidak perlu membenci orangnya berlebih-lebihan, tapi bencilah sifatnya.

Takdir bisa saja berkata lain. Adalah memungkinkan bila orang-orang licik tersadarkan setelah mendapatkan pelajaran hidup yang berharga. Jika Anda hanya bisa berkhayal untuk menasehatinya, Allah mampu membolak-balik hati manusia & menunjukkan kepada kebenaran. Doakan orang yang licik itu agar sadar & jika doa Anda terkabul, bisa jadi dia akan menjadi teman baik, orang yang bisa Anda handalkan, Wallahu a’lam.

Orang licik biasanya gemar mengadu domba, bukan? “Orang-orang seperti ini sangat sulit berubah karena mereka sudah mengetahui bahwa aksi licik dan gaya menusuk dari belakang ini cukup efektif bagi karier dan pekerjaan mereka,”.

Tak jarang, mereka juga mengatakan atau mengirim pesan-pesan yang sifatnya mengancam, terutama jika seseorang sudah mengetahui aksi licik itu.
Kata-kata ancaman ini, seperti “Hati-hati dengan ucapan kamu karena nanti saya bisa mempermalukan kamu di depan umum” atau “saya lebih pintar daripada kamu, jadi sia-sia saja jika kamu ingin melawan saya”.

Atau mereka juga bisa mengatakan sesuatu yang sekilas sebagai nasihat bijak, tapi sebenarnya ada pesan jahat yang tersirat di balik kata-katanya. Misalnya kalimat, “Saya hanya ingin membantu kamu dan mengatakan dengan jujur apa saja kelemahanmu,dengarkan nasihat saya kalau kamu ingin sukses”.

Nah ciri-ciri yang dominan dari orang licik itu adalah :

1. Dia suka menikmati kesulitan yang dialami orang lain.

2. Dia suka memanipulasi karena manipulasi adalah keahlian utamanya.

3. Dia tidak memiliki batasan tentang apapun yang dia lakukan.

4. Dia tidak bertanggung jawab.

5. Dia suka meremehkan orang lain.

6. Dia selalu membuka aib orang lain.

7. Dia suka mengambil hak orang lain.

8. Dia suka menyesatkanmu dan suka kalau kamu berbuat salah.

Jadi, orang licik itu ketika dia mendapatkan kebaikan dari orang lain ia akan membalas dengan pengkhianatan, tanpa tahu cara berterima kasih dan membalas kebaikan orang tersebut. Sudah jelas tujuannya, dia hanya bersikap baik saat orang lain memberi kontribusi padanya, Bahkan ia nggak segan untuk bermain kotor padahal ia sudah dipercayai,karena sangat rakus dan tamak, tidak memikirkan akan kondisi dan kebutuhan orang lain, sangat egois dan hanya memikirkan kepuasan untuk dirinya sendiri.

Kesimpulannya,ketika kita tahu ada orang yang berusaha berbuat aniaya kepada kita, hal yang penting perlu kita lakukan adalah jangan mudah terpancing emosi, karena ini akan menimbulkan masalah tersendiri.

Sebaiknya kita tetap melakukan rutinitas kita dan tetap berpikir positif dan yakin bahwa rencana jahat tidak akan dapat terlaksana tanpa seijin Allah. Hati-hati dengan berlaku konfrontatif bisa jadi malah Anda nanti yang terpuruk dan menyesal dengan angkara murka Anda. Api bukan dipadamkan dengan api, tapi dengan air. Tetaplah menjadi seperti air yang menyejukkan.

Sebagaimana pribahasa Jawa “Ngunduh wohing pakarti”,Semua orang akan mendapatkan akibat dari segala perilakunya sendiri. Jadi, kita tidak perlu menyalahkan dan mencari kesalahan orang lain karena bisa saja itu adalah akibat dari apa yang kita lakukan sendiri, namun..kita juga harus senantiasa “Nerima ing pandum”, artinya menerima segala pemberian. Kita sebaiknya bisa ikhlas dalam menghadapi segala hal yang terjadi didalam hidup kita. Hal ini ditunjukkan khususnya agar kita tidak menjadi orang yang serakah dan menginginkan hak milik orang lain dan tetap berpegang pada filosofi “Urip iku urup”, Hidup itu harus menyala dengan membantu orang-orang disekitar kita dan memberi manfaat baik itu hal kecil maupun hal yang besar.

Terima kasih telah membaca artikel cara menghadapi pendengki atau orang licik, manusia-manusia yang tidak suka dengan kita. Mudah-mudahan artikel ini dapat mencerahkan.

 

Penulis : Agussalim Igarashi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here