Permainan Petak Umpet adalah permainan tradisional yang sempat dirasakan oleh anak-anak tahun 90-an bahkan sampai anak-anak tahun 2000-an. Setiap anak Indonesia pasti tahu dan pernah memainkan permainan petak umpet bersama beberapa teman-teman yang lain.

Permainan petak umpet dimainkan oleh lebih dari 3 orang, diawali dengan hompimpa untuk menentukan siapakah yang akan menjadi ‘kucing/penjaga’ (pencari teman-temannya yang sedang bersembunyi). Si Kucing ini nantinya akan menutup mata sambil bersandar di hadapan tembok, pohon, atau dimana saja agar Ia tidak dapat melihat teman-temannya yang sedang bersembunyi.

Baca juga: Masih Ingat dengan Permainan Galasin? Ternyata Banyak Manfaat yang Bisa Didapat lho!

Si Kucing tersebut menghitung dari satu sampai sepuluh atau bisa lebih, sampai teman-temannya selesai bersembunyi. Setelah teman-temannya mendapatkan tempat persembunyian, barulah si kucing (pencari) beraksi dengan meninggalkan tempat jaganya sembari menemukan teman-temannya yang telah bersembunyi. Nah, disinilah letak seru dari permainan Petak Umpet, si Kucing harus cepat dan sesegera mungkin mencari teman-temannya sebelum temannya tersebut berhasil menyentuh tempat penjagaannya tadi.

Jika si Kucing sudah menemukan temannya, Ia akan menyebut nama temannya sambil menyentuh tembok, pohon, atau tempat penjagaannya tadi sambil menyebutkan kata INGGLO!. Apabila hanya meneriakkan namanya saja dan tidak menyebutkan kata INGGLO!, maka si kucing dianggap kalah dan harus mengulang permainan dari awal dengan berjaga lagi sebagai “Kucing”.

Ada lagi bagian yang seru dari permainan petak umpet adalah, pada saat si kucing keliling mencari dan menemukan teman-temannya yang bersembunyi, salah satu anak (yang statusnya masih sebagai “target operasi” atau belum ditemukan) dapat mengendap-endap menuju tempat penjagaan si kucing dan memukul tempat penjagaan sambil menyebutkan INGGLO!.

Jika berhasil menyentuhnya, maka semua teman-teman yang sebelumnya telah ditemukan oleh si kucing dibebaskan, alias sandera si kucing dianggap tidak pernah ditemukan, sehingga si kucing harus kembali menghitung dan mengulang permainan dari awal.

Baca juga: Melawan Lupa! Permainan Tap Benteng Pernah Hits di Era 80-an. Masih Ingat?

Namun ternyata permainan petak umpet tak hanya seru dan menyenangkan ketika dimainkan bersama beberapa teman. Petak umpet juga memiliki nilai positif bagi psikologis anak-anak. Efek dari permainan petak umpet yang mengharuskan anak-anak untuk bersembunyi dapat menumbuhkan rasa berani dan mandiri pada sang anak. Karena ketika anak-anak mencari tempat sembunyi yang paling sulit dicari, Ia harus dealing dengan keadaan tempat yang Ia butuhkan untuk sembunyi. Seperti tempat yang sempit atau tempat yang gelap.

Bahkan menurut Profesor Psikiatri dari University of California, Shirah Vollmer anak-anak menyukai permainan petak umpet karena tiga hal, yang pertama ketika anak ingin bersembunyi dan ingin mengeksplorasi lingkungan di sekitar dapat mendorong anak untuk lebih otonom. Dan mereka ingin membuktikan bahwa mereka bisa melakukannya sendiri. Yang kedua, ketika mereka sudah bersembunyi, mereka ingin dicari dan ditemukan. Ada perasaan menegangkan dan menguji adrenalin ketika lawan sedang mencari keberadaanya yang sedang bersembunyi.

Dan poin ketiga, poin terakhir yang disukai anak-anak dari permainan petak umpet adalah anak bisa belajar bahwa interaksi sosial bisa terputus ketika salah satu orang yang disayangi hilang atau terpisah. Namun situasinya hanya sementara karena pada akhirnya yang dicari dan yang mencari bisa bertemu kembali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here