Bagito (Foto: Medcom)

Dunia hiburan Indonesia tak lengkap rasanya jika tanpa kehadiran dari para pelawak berbakat Indonesia. Sejak tahun 1960-an, industri hiburan Indonesia sudah dimanjakan dengan kehadiran grup lawak Srimulat hingga Warkop DKI. Memasuki tahun 1990-an, grup lawak yang beranggotakan Miing, Didin dan Unang mulai menunjukan bakatnya. Mereka dikenal dengan nama Bagito, yang pada tahun 1990-an juga menjadi grup lawak dengan bayaran termahal.

Baca Juga : Opie Kumis, Pelawak dan Aktor Betawi Senior

Nama Bagito kabarnya sebuah singkatan dari Bago Roto dalam bahasa jawa yang artinya bagi rata. Grup lawak ini mengawali karirnya pada tahun 1984 dengan melakukan siaran di sebuah radio bernama Radio Suara Kejayaan. Radio ini merupakan tempat sumber pelawak ternama lahir dan dibesarkan.

Saat itu Bagito memegang sebuah program siaran dengan tajuk ‘Konsultan Bingung’ hingga siaran untuk ‘Opor Ayam’ pada tahun 1984. Lahir dari sebuah radio humor, karir Bagito semakin menunjukan kemajuan. Mereka pun dikenal sebagai pelawak yang cerdas dengan joke-joke receh pada era tersebut.

Karir dari Dedi Gumelar (Miing), Didin Pinasti (Didin) dan Hadi Wibowo (Unang) pun semakin naik daun, kala salah satu stasiun televisi yakni RCTI mengontraknya untuk membuat sebuah program acara televisi. Program tersebut pun diberi nama BASHO atau Bagito Show yang tayang setiap Senin malam pukul 21:30 WIB, selepas tayangan Serial Si Doel Anak Sekolahan.

Baca Juga:Aladin dan Lampu Wasiat (1980) – Sihir Cinta Ala Rano Karno

Program yang dibawakan oleh Bagito pun sukses dan menarik perhatian masyarakat Indonesia kala itu. Bahkan program Bagito Show ini mencapai rating tertinggi hingga membuat nama Bagito diperhitungkan sebagai grup lawak. Berkati rating yang stabil dan selalu mendapat rating tertinggi, kontrak penayangan program tersebut pun di perpanjang.

Bisa dikatakan bahwa Bagito adalah grup lawak dengan bayaran termahal pada era 1990-an. Hal ini tak lepas dari kesuksesan program yang mereka bawakan. Kabarnya saat itu bayaran untuk Bagito menembus angka 1 milyar rupiah loh. Jumlah yang fantastis dan tidak sedikit pada era tersebut ya.

Bagito Show pun mampu bertahan hingga beberapa tahun kedepan. Selain menyajikan program lawak, Bagito pun memiliki pembagian peran yang dilakoni oleh tiap anggota. Didin digambarkan sebagai anak orang kaya raya yang bertugas untuk memberi umpan lawakan kepada rekannya, Miing berperan sebagai orang kampong yang memiliki sifat emosian atau nyolot, dan Unang si multitalenta sebagai anak-anak.

Selama berkarir sebagai grup lawak, banyak hal yang sudah dilalui oleh Bagito, salah satunya tampil di hadapan orang nomor satu di Indonesia. Saat itu Bagito diundang untuk menghibur Presiden RI kedua, Soeharto beserta Ibu Negara, Tien Soeharto.

Di hadapan Presiden dan Ibu Negara, Bagito pun melancarkan aksinya untuk menghibur dengan gaya kritis dan cerdasnya. Salah satu hal yang menarik ialah ketika Bagito menunggu untuk tampil, disekeliling mereka dipenuhi dengan para ajudan dengan penjagaan yang ketat. Salah satu ajudan sempat menjulurkan kakinya yang ternyata terdapat pistol yang disembunyikan disela-sela sepatunya.

Bagito (Foto: Medcom)

Hal ini merupakan pengalaman menarik yang tak terlupakan oleh grup lawak Bagito. Hingga di akhir penampilannya, Bagito melarikan diri untuk menolak bayaran yang akan diberikan kepada mereka dari orang nomor satu di Indonesia. Mereka pun sempat berharap untuk tidak menerima undangan tampil di lembaga pemerintahan.

Begitulah kisah Bagito, grup lawak dengan bayaran termahal pada era 1990-an. Kini industri hiburan Indonesia sudah dipenuhi dan banyak ragam penghibur dari dunia lawak. Jadi rindu dengan sentuhan lawak khas Bagito ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here