World health day atau hari kesehatan sedunia diperingati setiap tanggal 7 April. Di hari ini, orang diingatkan untuk menjaga kesehatannya, khususnya di masa pandemi corona saat ini.

Salah satu masalah kesehatan yang juga menjadi komorbid atau penyakit penyerta adalah penyakit jantung. Penyakit jantung masih merupakan ancaman dunia nomor 1. Di Indonesia sendiri berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menyebutkan bahwa setidaknya 15 dari 1000 orang individu di Indonesia menderita penyakit jantung.

“Meningkatnya penderita penyakit jantung di Indonesia tidak terlepas dari perubahan gaya hidup masyarakat. Salah satunya adalah kemajuan teknologi yang membuat segalanya serba mudah lalu membuat kita minim dalam bergerak dan kurang berolahraga”, ujarEsti Nurjadin Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia (YJI).

Menurunkan beban penyakit jantung dapat dimulai dengan langkah yang sederhana seperti meluangkan waktu untuk berolahraga dengan teratur sebagai salah satu contohnya. Sejumlah studi mengungkapkan bahwa olahraga selama 30 menit sehari dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung.

“Kesehatan adalah investasi dan aset penting yang harus dijaga. Salah satu penyebab serangan penyakit kardiovaskular dan stroke adalah kurangnya olahraga. Berolahragalah setiap hari dalam seminggu. Jika tidak sempat, lakukan olahraga dengan intensitas sedang sebanyak 5 kali dalam seminggu selama 30 menit.” ujar dokter Isman Firdaus, KetuaPerhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI).

“Alternatif lain adalah olahraga dengan intensitas sedang selama 30 menit sampai 1 jam sebanyak 3 kali dalam seminggu. Bersepeda dengan rutin akan menurunkan risiko penyakit jantung hingga 50 persen,” tambah Dr. Isman.

Tren bersepeda dan kesehatan jantung

Ada berbagai macam jenis olahraga yang dapat dilakukan, salah satunya adalah bersepeda yang belakangan ini marak di tengah masyarakat. Bersepeda termasuk kegiatan olahraga yang menyenangkan dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan terutama bagi kesehatan jantung. Selain itu, bersepeda juga tengah jadi tren di Indonesia selama masa pandemi.

Bersepeda termasuk salah satu olahraga yang risiko cederanya sangat minim. Aktivitas bersepeda menjadi kegemaran banyak orang karena disamping dapat mengurangi risiko penyakit jantung, bersepeda juga dianggap sebagai kegiatan yang menyenangkan. Tubuh akan lebih sehat jika kegiatan bersepeda dilakukan secara teratur.

“World Health Day dekat dengan International Day of Sport for Development and Peace yang jatuh pada tanggal 6 April tiap tahunnya. Tentunya antara olahraga dan kesehatan sangat erat hubungannya karena salah satu cara kita untuk hidup sehat adalah dengan berolahraga,” ungkap Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari.

“Tahun ini, kita masih dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Sejumlah fasilitas olahraga juga belum sepenuhnya beroperasi dengan normal, jadi bersepeda masih menjadi salah satu alternatif olahraga yang paling aman saat ini.”

Dalam buku saku Cara Tepat Bersepeda untuk Kesehatan Jantung yang dibuat oleh YJI, PERKI, dan NOC Indonesia, orang yang bersepeda rutin akan menurunkan 15 persen risiko serangan jantung dibandingkan dengan yang tidak bersepeda.

Selain itu, data juga menyebutkan bahwa bersepeda selama 40 menit selama 5 kali seminggu akan mengurangi risiko terkena penyakit sebesar 50 persen dibanding yang tidak berolahraga atau tidak bergerak aktif.

Hanya saja serangan jantung juga mungkin terjadi ketika bersepeda. Apa yang harus dilakukan agar tak berisiko terjadi serangan jantung saat bersepeda?

Sebelumnya yang harus disadari adalah, orang-orang yang memiliki penyakit kardiovaskular harus berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.

Sedangkan jika Anda tak memiliki riwayat atau risiko penyakit kardiovaskular maka ada baiknya untuk menjalani olahraga bersepeda dengan bertahap dan memperhatikan FITT (frequency, intensity, time, type).

Jangan lupa untuk memperhatikan detak jantung Anda saat berolahraga dengan rumus detak jantung maksimal adalah 220 dikurangi dengan angka umur saat ini.

Ketika melakukan olahraga intensitas sedang maka denyut jantung maksimal harus 50-70 persen dari denyut jantung maksimal. Sedangkan untuk intensitas latihan kuat maka denyut jantung maksimal adalah 70-85 persen denyut jantung maksimal.

Jangan abaikan jika merasakan tanda atau gejala sekecil apapun karena berpotensi mengakibatkan terjadinya serangan jantung.

 

sumber : cnn indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here