Mitos adalah sebuah kepercayaan yang muncul di masyarakat, mengenai apa-apa yang tidak boleh dilakukan atau bahkan apa-apa yang memang harus dilakukan. Mitos sudah ada dari jaman dahulu, jaman dimana manusia masih sangat kuno. Bahkan, sampai saat ini mitos masih tetap ada dan masih dipercayai oleh beberapa kalangan manusia yang sudah modern. Apalagi mitos-mitos yang kerap muncul saat kita masih hidup di masa kecil, ada saja larangan atau bukan larangan yang mesti dilakukan karena sebuah satu kata yaitu Mitos!

Memangnya apa sih mitos-mitos yang beredar sangat tenar di masa kecil dulu? Yuk simak terus. Nomor 5 pasti kamu banget nih karena sering dilakuin, hihihi.

  1. Memasukkan Batu di Kantong Celana Kalau Sedang Kebelet Buang Air.

Waktu kecil, kamu pasti sering kan denger mitos yang satu ini? Hihihi… agak lucu ya kalau tiba-tiba kamu kebelet buang air saat sedang berada diluar rumah karena sedang sekolah atau lagi main, otomatis kamu langsung mencari sebuah batu kecil atau kerikil untuk dimasukkan ke dalam kantong celana. Konon katanya, memasukkan batu ke dalam kantong celana dapat menghilangkan rasa kebelet buang air. Duh… ada-ada saja ya!

  1. Jika Digigit Binatang Tokek, Gigitannya Baru Bisa Lepas Kalau Ada Gledek.

Siapa dari kalian yang pernah mengalami digigit tokek? Hiii… seram ya! Membayangkan Tokeknya saja sudah bisa membuat bulu kuduk merinding, apalagi kalau sampai digigit Tokek dan tidak bisa lepas?. Mitos yang berkembang dalam masyarakat dulu, ketika seseorang digigit Tokek maka gigitannya baru bisa lepas saat ada suara sambaran gledek. Entah benar atau tidak, yang pasti ketika digigit Tokek jangan langsung menarik badan Tokek, itu akan membuat kulit kamu robek dan otomatis Tokek akan semakin menguatkan gigitannya pada tubuhmu karena Tokek memiliki rahang yang kuat. Jadi, cara untuk melepaskan gigitan Tokek tidak harus nunggu gledek kok, kamu bisa menyemprot mulut Tokek dengan kencang menggunakan semprotan air. Cara ini juga berlaku jika kamu digigit ular.

  1. Kalau Gigi Bawah Copot Harus Dibuang Ke Atas, Kalau Gigi Atas Copot Ditanam Ditanah.

Hayo…. Siapa disini yang pada jaman SD kalau giginya copot ngelakuin mitos ini? Begitu gigi bawah yang copot langsung berlari keluar rumah dan membuang gigi ke atas genteng. Dan sebaliknya, kalau gigi atas yang copot kamu langsung menanamnya di tanah. Entah apa asal usul dibalik munculnya mitos tersebut, tapi pasti kamu pernah kan ngelakuinnya? Ayo ngacung!

  1. Jadi Pawang Nolak Hujan Dengan Menggunakan Bawang dan Cabe yang Ditusuk ke Lidi Lalu Ditancapkan Ke Tanah.

Meskipun terkesan aneh, cara menancapkan cabe yang sudah lebih dulu ditusukkan pada lidi dipercaya mampu untuk menolak hujan. Konon, cara ini sering dilakukan oleh para pawang hujan. Biasanya dilakukan dengan cara  merangkai bawang dan cabe pada sebatang lidi dengan cara ditusukkan. Kemudian, lidi yang sudah ditancapkan bawang dan cabe tersebut diletakkan di setiap sisi rumah atau tempat acara berlangsung. Disarankan bahan yang digunakan merupakan hasil panen sendiri dan pemohon harus percaya dan yakin kalau hujan tidak akan datang. Hahaha… unik sekali ya mitos ini!

  1. Kalau Susah Bersin dan Tidak Jadi-jadi Bersin, Langsung Menghadapkan Wajah Ke Sinar Matahari Supaya Jadi Bersin.

Nah….. mitos yang satu ini pasti sering banget kamu lakuin kan? Hayo ngaku deh! Soalnya beberapa orang masih suka melakukan mitos ini dengan spontan apabila Dia tidak jadi bersin atau bahkan bersin tidak jadi keluar seperti tertahan dan itu sungguh membuat tidak nyaman. Sepertinya hal ini bukan sekedar mitos belaka, menurut para pakar kesehatan matahari bisa sebabkan bersin karena sinyal dari saraf optik, entah bagaimana, melintasi saraf trigeminal, yang mengontrol sebagian besar wajah – mata dan kelopak mata, dahi, kulit kepala, pipi, gigi, dagu, rahang dan bahkan telinga luar. Jaringan tersebut meminta pusat bersin yang berada di bagian bawah otak untuk mengatur gerakan bersin.

Otak kemudian mengirimkan sinyal ke otot-otot di wajah, tenggorokkan dan dada. Mereka lantas bekerja sama untuk menghasilkan bersin. Reaksi itu biasanya tercipta untuk menghilangkan iritasi di hidung, dengan bantuan cahaya terjadi generalisasi parasimpatik, yaitu sebuah proses yang terjadi ketika salah satu bagian dari sistem saraf parasimpatis (seperti pupil mata) terkena stimulus, dan mengaktifkan bagian-bagian lain dari sistem seperti membran di hidung. Sinar penyebab bersin tak hanya berasal dari cahaya matahari saja, tapi cahaya senter di tengah kegelapan ataupun cahaya lampu yang terang juga turut menjadi pemicu bersin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here