Seseorang yang sudah memasuki usia 40 tahun ke atas cenderung memiliki kualitas dan kuantitas tidur yang cukup buruk. Hal ini disebabkan karena semakin bertambahnya usia tubuh semakin sulit untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik. Berdasarkan data statistik dari National Sleep Foundation seseorang yang sudah memasuki usia 30 – 60 tahun hanya tidur 6 jam setiap harinya. Padahal waktu terbaik untuk seorang dewasa tidur dan mengistirahatkan tubuh adalah 8 jam.

Menurut Matthew Walker PhD, selaku Direktur Center for Human Sleep Science di University California mengatakan bahwa seseorang yang sudah memasuki usia 30 tahun ke atas akan mengalami penurunan kualitas tidur. Bahkan, ketika sudah genap memasuki usia 50 tahun tidur dengan nyenyak kemungkinan hanya terjadi 50 persen. Dan yang biasanya mengalami keluhan seperti ini adalah para perempuan.

Perempuan yang sudah berusia 40 tahun ke atas lebih sulit untuk mendapatkan tidur nyenyak dan berkualitas dibanding laki-laki. Salah satu gejala yang muncul adalah Insomnia, yakni kesulitan tidur di malam hari. Banyak perempuan paruh baya yang mengeluhkan hal ini, karena bagi para perempuan paruh baya insomnia sangat mengganggu kualitas tidur mereka.

Lantas, bagaimana cara yang efektif agar mendapatkan tidur yang berkualitas ketika sudah memasuki usia 40 tahun ke atas? Anda bisa mencoba beberapa cara-cara di bawah ini;

  1. Menjalani Terapi.

Para perempuan yang mengalami insomnia kerap kali dikaitkan dengan masalah kecemasan. Dan disinilah gunanya terapi. Anda bisa coba dengan menjalani terapi untuk mengatasi permasalahan yang selalu membuat Anda tetap terjaga di malam hari. Terapi yang dilakukan biasanya seperti rileksasi, karena rileksasi adalah cara tepat untuk dilakukan pada perempuan yang mengalami insomnia (kesulitan tidur di malam hari).

  1. Melatih Konsentrasi.

Peneliti dari Harvard University melakukan penelitian pada sekelompok orang yang sudah memasuki usia paruh baya untuk belajar melatih konsentrasi. Melatih konsentrasi dan memenuhi otak Anda tingkat konsentrasi yang tinggi termasuk salah satu cara meditasi untuk tetap fokus pada satu hal. Di akhir sesi penelitian, kelompok yang berhasil melatih konsentrasi dengan tetap fokus pada satu hal berpotensi sangat kecil mengalami insomnia, kelelahan, dan depresi.

  1. Mengatasi Hot Flashes.

Hot flashes adalah gejala wajar yang dialami tiap perempuan yang sudah memasuki usia menopause atau usia paruh baya. Gejala yang dirasakan ketika mengalami hot flashes adalah rasa panas yang sangat dengan berkeringat dan detak jantung yang berdebar lebih cepat, dan biasanya berlangsung sekitar 2 sampai 30 menit ketika terjadi. Dan hot flashes inilah yang paling berperan saat perempuan mengalami insomnia atau kesulitan tidur di malam hari karena pergeseran hormonal. Untuk mengatasi hot flashes agar tidur bisa lebih nyenyak dan berkualitas adalah dengan menjalani terapi hormon agar suhu tubuh bisa turun ketika hot flashes menyerang.

  1. Lakukan Pengecekan Sleep Anea.

Sleep anea adalah suatu kondisi dimana Anda berhenti bernapas selama beberapa detik. Biasanya keluhan sleep anea atau mendengkur ini sering dialami oleh para laki-laki paruh baya. Meski begitu, para perempuan paruh baya juga harus melakukan pengecekan sleep anea agar kualitas tidur tidak terganggu dengan kehadiran sleep anea yang bisa membuat kualitas tidur Anda menjadi tidak baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here