Seseorang dengan gangguan kesehatan mental dan jiwa kerap kali dikucilkan dan dianggap berbahaya. Pasalnya, tidak sedikit kasus tindakan kriminal yang dilakukan oleh seseorang dengan gangguan mental apabila tidak mendapat kontrol dari orang-orang terdekat seperti keluarga dan kerabat.

Hal ini turut digambarkan dalam jalan cerita film Joker yang sangat powerful. Karena Joker masuk ke dalam fase depresi terdalam akibat mendapatkan penolakan dari masyarakat. Ditolak, dibuang, dan dipermalukan di depan banyak orang membuat Arthur Fleck (nama asli Joker) terjerumus dalam fase depresi yang semakin dalam dan bertransformasi menjadi badut mengerikan meski pun ia suka tertawa.

Tawa khas yang selalu Joker perlihatkan, menurut psikiater kesehatan mental Nova Riyanti Yusuf mengatakan tawa Joker adalah ketawa inappropriate, Joker mengeluarkan tawa khasnya justru karena dia sedang menghadapi masalah dan sedang dalam tekanan.

Bukan badut yang bersahabat, Joker berupaya menunjukkan eksistensi dirinya dengan berbuat jahat. Dari kasus ini, kita sebagai masyarakat tentunya sangat perlu berkaca dari film Joker bahwa pentingnya kesehatan mental tidak boleh dianggap sepele.

Kesehatan mental juga bisa muncul tidak hanya dari faktor genetik saja, tapi juga dari lingkungan sekitar apakah dulunya seseorang pernah mengalami kekerasan, hubungan yang kurang harmonis antara orang tua dan anak, atau bullying pun juga berpengaruh pada munculnya gangguan kesehatan mental yang dialami oleh seseorang.

Dalam film Joker pun diperlihatkan gejala-gejala gangguan mental yang dialami oleh tokoh utama, tetapi tidak semua penonton sadar dan mengetahui bahwa itulah gejala-gejala kesehatan mental yang terganggu. Maka dari itu kesehatan mental tidak boleh dianggap sepele karena dampaknya sungguh luar biasa berperan pada kehidupan seseorang jika mengalaminya.

Berhenti mencaci dan mencibir seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental, sikap yang paling benar yang bisa kita berikan sebagai masyarakat yang baik adalah dengan mendukung mereka (seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental) untuk bangkit dan berangsur memulihkan keadaannya dengan berkonsultasi langsung ke dokter sehingga mendapat penanganan yang cepat dan tepat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here