Bianca Alinda Adinegoro atau yang kenal dengan Bianca Adinegoro merupakan salah satu model ternama pada era 90’an. Paras ‘Indo’-nya sampai saat ini begitu lekat dalam video clip lagu “Cukup Siti Nurbaya” dari Dewa 19. Bianca yang merupakan cucu dari seorang jurnalis ternama, Adinegoro ini memulai karirnya sebagai seorang model. Memiliki paras yang cantik, membuat Bianca menjadi model ternama yang wajahnya dimuat dalam berbagai cover majalah.

Memiliki karir yang gemilang, Bianca tidak berhenti sampai di model saja. Dirinya mengembangkan sayap karirnya sebagai seorang aktris. Tahun 1997, berkat film Kuldesak nama Bianca Adinegoro semakin berkibar. Film yang disutradari oleh Riri Riza dan di produseri oleh Rizal Mantovani ini, merupakan film debut pertama mereka di kancah perfilman Indonesia. Kuldesak sendiri merupakan film yang menggunakan unsur komedi hitam, yang menggambarkan kehidupan kota Jakarta. Bianca berperan sebagai Lina, yang bekerja disebuah biro iklan yang mendapatkan tekanan dari atasannya, hingga suatu hari dirinya mengalami pemerkosaan.

Film Kuldesak yang juga dibintangi oleh Ryan Hidayat, Oppie Andaresta, Wong Aksan dan sejumlah pemain terkenal lainnya, berhasil meraih penghargaan Silver Screen Award – Best Asian Feature Film, pada ajang Singapore International Film Festival tahun 1999. Meskipun demikian, film Kuldesak ini merupakan sebuah film yang berhasil dirilis berkat kolektif dari para sineas muda, actor dan pemusik yang tergabung dalam Days For Night Films. Film Kuldesak ini juga merupakan film terakhir dari Ryan Hidayat yang meninggal dunia setahun sebelum dirilisnya film ini.

Terlepas dari film Kuldesak yang membuat nama Bianca Adinegoro semakin menjulang. Salah satu musisi Indonesia yakni Dewa 19 pun tak ingin menyia-nyiakan kesempatannya. Dewa 19 yang kala itu masih bersama dengan Ari Lasso menggandeng Bianca sebagai salah satu model video klipnya. Lagu “Cukup Siti Nurbaya” yang dirilis pada tahun 1995 yang juga dibintangi oleh Bianca pun menjadi saksi kunci kesuksesan dari Dewa 19 pada album ‘Terbaik Terbaik’. Album ini pun juga berhasil masuk ke dalam urutan 26 dalam daftar ‘150 Album Terbaik Indonesia’ versi majalah Rolling Stone.

Sukses dengan karir yang semakin gemilang, Bianca Adinegoro memutuskan untuk menikah. Laki-laki yang beruntung menikah dengan Bianca adalah Otto Satria Jauhari, seorang pengusaha restaurant sukses. Otto merupakan putra dari seorang pengusaha dan bankir, Dicky Iskandar Dinata. Secara garis keturunan, Otto Iskandar Jauhari juga merupakan cucu dari pahlawan Nasional yakni Otto Iskandar Dinata.Pernikahan Bianca dengan Otto pun tidak berjalan mulus. Tahun 2000, Bianca dan Otto memutuskan untuk bercerai.

Tahun 2013, mantan suami Bianca itu pun memutuskan untuk menikah kembali. Ersa Mayori seorang aktris dan juga presenter dipinang oleh Otto, menggantikan posisi Bianca Adinegoro. Tak ingin berlarut dalam kesendirian, Bianca Adinegoro pun memutuskan untuk menikah kembali. Kali ini sosok yang tak asing dalam pemerintahan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dia adalah Muhammad Lutfi. Muhammad Lutfi adalah salah satu tokoh yang berperan penting dalam pemerintahan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dirinya menjabat sebagai salah satu menteri yang menggantikan posisi Gita Wirjawan sebagai Menteri Perdagangan.

Bianca Adinegoro dan Muhammad Lutfi
Bianca Adinegoro dan Muhammad Lutfi

Tahun 2010, suami dari Bianca Adinegoro ini ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Duta Besar untuk Jepang dan Federasi Mikronesia. Muhammad Lutfi merupakan orang termuda yang berhasil menempati posisi tersebut yang bertugas untuk kedutaan Indonesia. Sosok Muhammad Lutfi sangat berperan penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Lutfi diakui sebagai sosok pemimpin muda yang berpengaruh oleh The World Economic Forum’s Young Global Leaders.

Terlepas dari kesuksesan sang suami, Bianca Adinegoro juga menjadi sosok yang banyak diperbincangkan kala menikah dengan seorang menteri. Bianca yang terlahir dari dunia hiburan harus rela melepaskan karirnya demi menemani dan menjadi isteri dari Muhammad Lutfi. Karir yang dibangun sejak awal pun rela ia tinggalkan demi mengabdi kepada sang suami.

Pasca meninggalkan karirnya di dunia perfilman Indonesia, Bianca Adinegoro memutuskan untuk menjadi seorang penulis. Karyanya tentang kain tenun pun ia salurkan menjadi sebuah buku berjudul Tenun: Handwoven Textile of Indonesia. Buku tersebut berisikan tentang makna, ragam teknik dan penggunaan tenun dari Aceh hingga Papua. Kecintaanya pada tenun pun membuat Bianca Adinegoro menjadi salah satu sosok yang berpengaruh pada citra tenun.

Pasca sang suami, Muhammad Lutfi selesai menjabat sebagai Menteri Perdagangan, Bianca meluncurkan kembali buku keduanya bersama dengan CTI (Citra Tenun Indonesia). Woven Indonesian Textile for The Home, buku kedua Bianca ini lebih focus membahas tentang interior ruangan dengan aplikasi kain tenun sebagai material produk interiornya. Bersama dengan 14 desainer interior, Bianca kembali mengabadikan karya kain tenun Indonesia kedalam sebuah buku yang dikemas lebih ringan dari buku pertamanya. Karir yang dimulai dari seorang model ternama era 90’an pun harus ia korbankan demi keluarga dan masa depannya. Namun, kecintaan Bianca Adinegoro terhadap kain tenun Indonesia bisa dinikmati dengan membaca kedua buku yang telah ia terbitkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here