Di era digital seperti sekarang ini sudah banyak kaum millenials yang ingin mandiri dalam finansial sehingga memacu dirinya untuk memiliki bisnis sendiri. Dengan semangat yang dimiliki anak-anak muda, komunitas Bicara Mutu menggandeng Mutualist sebagai partner untuk mengadakan seminar dalam bidang bisnis khususnya bisnis kuliner.

Sabtu lalu, bertempat di Conclave, Jakarta Selatan berlangsung seminar bersama anak-anak muda yang memiliki bisnis cukup menjanjikan dan eksis dikalangan millenials. Acara tersebut diisi oleh beberapa pembicara yang sudah mempunyai bisnis kuliner, diantaranya ada Aisyaha Hafizah sebagai Founder dari nasi hot plate Wakacao, Tjoek Widharyoko selaku CEO es kopi Kopiyor dan Andre Manggala CEO dari Mutualits.

Suasana Saat Acara When Food & Beverage Meets The Design, Bareng Bicara Mutu di Conclave Arteri.

Buat kamu para millenials, ada yang sudah pernah mencicipi nikmatnya Wakacao? Ini adalah brand makanan nasi yang disajikan dengan hot plate. Diakui Echa, sapaan akrab Aisyaha Wakacao berawal dari sebuah tugas akhir ketika dirinya masih berstatus mahasiswa di Prastya Mulya. Jika dilihat dari tampilannya, Wakacao serupa dengan Pepper Lunch tetapi Wakacao lebih unggul di harga jual yang terjangkau bagi kalangan millenials.

Aisyaha Hafizah Alias Echa Founder Wakacao

Wakacao merupakan nasi hot plate dengan cita rasa Indonesia. Di setiap menunya, Echa tidak pernah menginggalkan ciri khas dari rasa masakan Indonesia seperti rasa rendang, perkedel dan lain sebagainya yang tak kalah nikmat. Wakacao di kelola oleh 5 orang millenials yang memiliki semangat berbisnis di usia muda, salah satu dari 5 orang tersebut adalah Echa.

Sudah 3 tahun Wakacao eksis di kalangan muda dengan konsepnya yang memakai tenda dan lampu sorot. Nasi hot plate ini sebenarnya di tembakkan khusus ke kaum millenials berusia 18 – 25 tahun, tetapi sekarang targetnya meluas segala kalangan umur suka makan di tenda Wakacao yang berada di BSD, Kelapa Gading, dan Bandung. Untuk info lengkap kamu bisa mengunjungi Instagram @wakacao.

Pemilik dari Kopiyor, Tjoek Widharyoko alias Ucu merupakan lulusan ITB dan Arsitektur Parahyangan Bandung, sudah berhasil membangun OTW Food Street dan Kopiyor yang sebelum satu tahun didirikan sudah memiliki 14 cabang. Tentunya nama kedua bisnis Ucu sudah taka sing lagi di telingamu kan? Kopiyor merupakan es kopi yang di kombinasikan dengan kopyor, ini merupakan cara penyajian yang unik bagi target kaum millenials.

Tjoek Widharyoko Alias Ucu CEO Kopiyor

Diakui oleh Ucu saat acara seminar berlangsung, dirinya mengatakan kalau target market Kopiyor justru bukan ditujukan khusus untuk pecinta kopi garis keras alias bukan coffee addict. Melainkan untuk orang-orang yang tidak terlalu menyukai kopi.

Kopiyor ini tidak terlalu tinggi kandungan kafeinnya, jadi sangat cocok buat kamu yang tidak terlalu suka minum kopi. Bisnis kopi sudah merajalela saat ini, Ucu terinspirasi dari Tuku dan Kulo kopi yang cukup fenomenal. Dari sana lah tercipta kopiyor yang ditujukan khusus untuk orang-orang yang mau eksplore rasa kopi. Kamu juga bisa kepoin Kopiyor di instagram @kopiyor.

Tak kalah sukses dari Echa dan Ucu, pemilik dari Mutualist yang berbasis desain grafis, Andre Manggala merintis karirnya di dunia grafis sejak dirinya memutuskan untuk berkuliah di jurusan Seni Rupa.

Andre Manggala CEO Mutualits.

Sudah banyak brand besar yang Ia kerjakan seperti salah satunya adalah Louis Vuitton dan BMW. Terkhusus untuk kamu pecinta desain atau sedang ingin membuat desain untuk brand bisnis kamu, bisa lho untuk kepoin Instagram @mutualistcreatives. Di sana kamu bisa melihat seperti apa desain grafis itu sangat berpengaruh dalam mem-branding sebuah bisnis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here