Semua terserah padamu.. Aku begini adanya.. Kuhormati keputusanmu.. Apa pun yang akan kau katakana.. Sebelum terlanjur kita jauh melangkah.. Kau katakan saja. Sepenggal lirik lagu tersebut mengingatkan akan sosok Broery Marantika, musisi pop sepanjang masa.

Nama Broery Marantika mulai di kenal oleh publik pada tahun 1970-an. Saat itu dirinya berhasil menembus pasar Internasional. Broery dipercaya untuk mewakili Indonesia bertarung dalam World Pop Song Festival di Tokyo.

Baca Juga : Kilas Balik Perjalanan Karir Deddy Dhukun Bersama Lagu-Lagu Hitsnya

Terlahir dengan nama Simon Dominggus Pesulima, Broery dibesarkan oleh Paman dari keluarga Ibunya, Simon Marantika. Sejak kecil, dirinya sudah mulai melirik dan tertarik dengan dunia tarik suara. Tampil diberbagai acara kegiatan gereja, hingga mengikuti beragam perlombaan, Broery berhasil meraih juara satu dalam sebuah kontes RRI di Ambon tahun 1960-an.

Keinginannya untuk menjadi seoran penyanyi ini pun mengantarkan dirinya ke Ibukota, Jakarta. Selama di Jakarta, Broery ditampung oleh Remy Leimena. Pria kelahiran 25 Juni 1948 ini membuat sebuah band dengan nama The Pro’s. Saat itu Broery di percaya untuk mengisi bagian vokal.

Band bentukannya bersama dengan Dimas Wahab (bass), Fuad Hasan (drum), Enteng Tanamal (gitar), dan juga Pomo (alat tiup) ini pun berhasil mencuri perhatian masyarakat Indonesia. Bahkan grup band ini di sponsori oleh perusahaan minyak Negara, pertamina. Mereka bahkan dikenal dengan nama Pertamina Culture Club saat menjalankan misi mempromosikan Indonesia ketika tampil di Amerika.

Karir Broery di belantika musik Indonesia pun akhirnya menemukan jalannya sendiri. Tahun 1969 dirinya berhasil masuk dapur rekaman dan menghasilkan hits andalan berjudul ‘Angin Malam’. Lagu ciptaan A. Riyanto ini pun menghantarkan Broery menjadi musisi pop terbaik Indonesia. Bersama dengan A. Riyanto, Broery melahirkan sejumlah tembang hits seperti ‘Widuri’, ‘Aku Jatuh Cinta’, ‘Biarkan Bulan Bicara’, dan ‘Mengapa Harus Jumpa’.

Baca Juga: Berawal dari Keisengan, Lantas Berbuah Manis dan Terciptalah Gun N’ Roses

Pasca penampilannya di World Pop Song Festival Tokyo, nama Broery Marantika pun diperhitungkan untuk menjadi seorang mentor. Tercatat nama Jamal Mirdad, Hetty Koes Endang, Andi Mattalatta, hingga Rafika Duri pernah menjadi muridnya.

Tak hanya dunia tarik suara yang ia coba. Broery sempat menjajal peruntungannya dalam dunia akting. Ia sempat membintangi film Brandal Metropilitan (1971), Jangan Biarkan Mereka Lapar (1975), Impian Perawan (1976) dan juga Istriku Sayang Istriku Malang (1977).

Broery Sempat Patah Hati Dengan Widyawati

Terlepas dari karirnya yang sukses dan cemerlang, kisah percintaan dari sang legendaris musik pop ini pun berbanding terbalik. Broery sempat patah hati kala Widyawati memilih untuk menerima lamaran dari Sophan Sophian. Terlepas dari Widyawati, Broery pun mulai mencari dan mencintai gadis lain. Dia adalah Christine Hakim, wanita cantik yang ternyata juga terhalang oleh Slamet Rahardjo.

Kisah cintanya dengan Christine Hakim saat itu pun berbuah manis. Mereka pun menjadi pasangan yang dibanggakan dan dicanangkan untuk menuju ke pelaminan. Namun sayang, alih-alih ke pelaminan bersama Chritine Hakim, Broery justru menikahi wanita asal Singapore yang juga seorang penyanyi, Anita Sarawak.

Menikahi wanita dan penyanyi asal Singapore, Broery terhalang restu dari pihak keluarga Anita. Hal ini lantaran perbedaan keyakinan yang membuat Broery sempat menjadi seorang mualaf. Tidak hanya itu saja, Broery bahkan merubah namanya menjadi Broery Abdullah.

Pernikahannya dengan Anita tidak semulus niat baik Broery memeluk agama islam. Berbagai polemic dan masalah keluarga pun membuat keduanya bercerai. Hingga pada tahun 1980-an, Broery memilih untuk kembali memeluk agama Kristen dan menikahi Wanda Irene Latuperisa. Hasil dari pernikahannya dengan Wanda, Broery di karunia dua orang anak.

Tahun 1998, Broery terserang stroke. Perjalanan karir dan cinta dari sang legenda musik pop pun terhenti di tahun 2000. Broery Marantika meninggal dunia pada 7 April 2000 di Rumah Sakit Puri Cinere, Jakarta Selatan.

Kisah perjalanan Broery mulai dari berkarir, sukses, patah hati hingga mencintai wanita pun akan selalu terkenang dengan jelas dalam memory penikmat musik Indonesia, khususnya Broery Marantika, salah satu ikon musik pop Indonesia.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here