Tempe jadi salah satu makanan Indonesia yang rasanya yang autentik. Banyak cara untuk menikmati tempe. Salah satu cara mudah untuk menyajikan tempe yaitu dengan digoreng. Selain itu, tempe juga dapat diolah dicampur sayur-sayuran dengan ditumis.

Tapi, lezatnya olahan berbahan dasar tempe bergantung pada kemahiran kita dalam memilih kualitasnya. Tak bisa dipungkiri, tempe memiliki banyak jenis yang mendunia. Mulai dari tempe kedelai hingga tempe gembus.

Beberapa trik untuk memilih tempe dengan kualitas baik, diantaranya dengan melihat tekstur hingga warnanya.

Warna

Menurut Chef Aguk Prasetiyo menjelaskan bahwa warna kedelai dan jamur pada tempe sangat berpengaruh. Warna tempe yang warnanya hitam dan coklat menandakan kalau tempe sudah mulai busuk.

Tekstur

Tempe yang bagus memiliki tekstur yang padat dengan kacang kedelai dan sedikit jamur putih layaknya kapas di sela-selanya. Begitu juga permukaan tempe yang bagus akan tetap padat apabila ditekan. Teksturnya pun agak keras karena butiran kedelai rapat. Selain itu, saat dipotong tidak mudah hancur dan terlepas butirannya.

Rasa

Tempe yang berkualitas rasanya lebih gurih dan tidak ada rasa pahit sedikit pun.

Aroma

Aroma tempe yang bagus yaitu bau jamur segar. Sebaliknya, hindari aroma tempe yang menyengat dan sengit. Salah satu kunci mudah menentukan selain beberapa faktor tersebut yaitu bungkusnya.

Tempe yang dibungkus plastik lebih awet daripada tempe yang dibungkus daun. Tempe yang masih baru biasanya masih hangat dengan kedelainya utuh dan padat. Hindari memilih tempe yang agak basah, berwarna coklat kehitaman, dan mudah patah karena akan cepat busuk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here