Musisi Indonesia dengan rambut panjang dan suara khasnya tengah berulang tahun yang ke-70. Ia merupakan musisi yang tak pernah lekang oleh waktu meskipun dirinya sudah tiada. Chrisye, nama sapaan akrab musisi legendaris yang berulang tahun kemarin dan mendapat perhatian dari Google.

Christian Rahadi merupakan satu dari sekian banyak musisi legendaris asal Indonesia. Kiprahnya di dunia musik bermula ketika ia mencoba berlatih untuk memainkan bass. Saat itu, alat musik bass yang paling mudah untuk ia pelajari.

Bersama dengan Gauri Nasution, tetangga sebelah rumahnya, Chrisye mulai aktif bermain musik. Tahun 1969, Gauri mengajak Chrisye untuk bergabung ke band buatannya yang bernama Sabda Nada. Saat itu Chrisye menggantikan posisi pemain bass yang sedang sakit. Seiring berjalannya waktu, Chrisye pun dijadikan pemain tetap dan sesekali diminta untuk menyumbangkan suaranya.

Bergabungnya Chrisye ke dalam Sabda Nada disertai juga dengan perubahan dan penggantian nama menjadi Gipsy. Saat itu posisi Chrisye tetap tercatat sebagai pemain bass. Pada era ini, Gipsy belum memainkan musik dan lagu milik mereka pribadi. Gipsy lebih memilih untuk bermain musik dari Blood Sweat and Tears, Chicago dan Jethro Tull.

Metintis karir sebagai musisi, Chrisye juga sempat mengalami penolakan dari sang ayah (Laurens Rahadi). Penolakan itu terjadi ketika Chrisye dan rekan-rekannya mendapat tawaran untuk tampil di New York, Amerika Serikat. Chrisye sempat ingin nekat pergi ke New York dan meninggalkan kuliahnya di Indonesia. Namun akhirnya sang ayah memberikan izin dan membawa Chrisye terbang ke New York untuk menjalankan kontraknya sebagai musisi bersama Gipsy.

Pria kelahiran 16 September 1949 ini kembali ke Indonesia dan melanjutkan karirnya setelah kontraknya habis. Selang tiga tahun, Chrisye kembali ke Amerika Serikat untuk berkarir bersama dengan The Pro’s. Sejak berkarir bersama dengan The Pro’s, Chrisye sempat dilanda kesedihan ketika mendengar adik kandungnya meninggal dunia.

Duka tersebut tidak lantas membuat Chrisye pulang ke Tanah Air. Ia harus melanjutkan kontrak dan karirnya sebagai musisi. Setelah kontrak itu usai, Chrisye memutuskan untuk vakum dan tidak kembali ke dunia musik. Hingga suatu hari Guruh Soekarnoputra menawarinya untuk membentuk sebuah band dengan keluarga Nasution dengan nama Guruh Gipsy.

Album pertama Guruh Gipsy berhasil dirilis pada tahun 1977. Saat itu Chrisye tak lagi menjadi pemain bass, ia dipercaya untuk menjadi vokalis utama dan menyanyikan lagu Chopin Larung dan Smaradhana.

Kiprah Chrisye sebagai musisi mulai naik daun ketika ia dipercaya untuk menyanyikan sebuah lagu karya  James F. Sundah berjudul Lilin-lilin Kecil. Lagu ini mulanya hanya bertujuan untuk mengikuti sebuah ajang Lomba Cipta Lagu Remaja 1977, yang diadakan oleh Radio Prambors. Sosok Yockie Suryoprayogo dan Sys NS merupakan orang-orang dibalik karir Chrisye di industri musik Indonesia.

Tidak berhenti begitu saja, sosok Eros Djarot pun hadir ke dalam karir Chrisye. Eros mengajak Chrisye dan juga Yockie untuk terlibat dalam sebuah soundtrack film, Badai Pasti Berlalu. Proyek ini pun menghasilkan sebuah album yang dirilis pada tahun 1977, yang langsung menjadi pusat perhatian para pendengar.

Baca juga: “Badai Pasti Berlalu,” Kisah Cinta Klasik Yang Sukses Didaur Ulang

Pada tahun 2005, ia di vonis mengidap kanker paru stadium 4. Saat itu masa kejayaan dan kecintaan musisi tanah air terhadap Chrisye sangat tinggi. Tak sedikit musisi Indonesia yang melakukan remake ulang terhadap karya-karya milik Chrisye.

Setelah di vonis mengidap kanker paru stadium 4, Chrisye tidak berhenti untuk berusaha dan berkarya. Ia menjalankan kemoterapi dan berbagai pengobatan untuk kesembuhannya. Satu tahun setelah mendapat vonis tersebut, Chrisye merilis sebuah album berjudul Chrisye By Request dan Chrisye Duet By Request.

30 Maret 2007, musisi legendaris dengan suara khasnya yang merdu tutup usia. Chrisye meninggal dunia pada usia 57 tahun. Jasadnya dimakamkan di TPU Jeruk Purut. Semasa hidupnya, Chrisye telah mendapat penghargaan dari Rolling Stone Indonesia untuk album Badai Pasti Berlalu, sebagai daftar 150 album Indonesia terbaik. Lika-liku karir seorang Christian Rahadi atau Chrismansyah Rahadi menjadi sebuah perjuangan dan maha karya dari seorang musisi Indonesia. Selamat bertambah usia, Chrisye.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here