Menikmati sajian ayam goreng tepung atau nama bekennya fried chicken sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Mulai dari KFC, Texas, A&W hingga McDonald’s merupakan gerai makanan fast food yang menyajikan ayam goreng tepung tersebut. Di balik kenikmatan dan lezatnya ayam goreng tepung beserta kulitnya, bagaimanakah proses dan sejarah KFC masuk ke Indonesia?

Kentucky Fried Chicken atau di kenal dengan nama KFC merupakan salah satu diantara banyaknya gerai makanan fast food yang hadir di Indonesia. Muda-mudi di Indonesia menyukai makanan cepat saji ini lantaran rasanya yang enak dan mengenyangkan. Biasnya, jika memesan paket atau ayam goreng, bagian kulit yang di lumuri tepung akan dengan sengaja disisakan untuk di makan terakhir.

Baca Juga : HERO – Perintis Ritel Modern Pertama di Indonesia

Pasalnya, dengan menikmati kulit ayam goreng tepung ini, kenikmatan menyantap fried chicken akan terasa sempurna. Bahkan sebagian orang tidak merelakan bagian kulit ayam tersebut untuk diberikan kepada orang lain loh. Apakah Anda termasuk salah satu yang demikian?

KFC pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1978 yang dipegang oleh Gelael Group dibawah pimpinan Dick Gelael sebagai pihak pertama yang memegang waralaba KFC untuk Indonesia. Saat itu gerai pertama KFC di Indonesia berdiri di kawasan Melawai pada bulan Oktober 1979.

Saat pembukaan gerai pertamanya, KFC mendapat respon baik dari masyarakat. Sehingga pihak Gelael Group mulai membuka cabang diberbagai kota, seperti Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, Semarang, dan Manado. Berkat kesuksesannya dengan gerai waralaba cepat saji ini, membawa nama Dick Gelael sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes (2013).

Dick Gelael pendiri KFC Indonesia

Pada tahun 1990, Salim Group mulai masuk dan bergabung dengan Gelael Group untuk mengembangkan bisnis waralaba yang berasal dari Amerika Serikat ini. Dengan bergabungnya Salim Group ke dalam PT. Fastfood Indonesia Tbk, membuat waralaba ini semakin berkembang dan meningkatkan penjualannya.

KFC Melakukan Trobosan Dengan Menggunakan Food Truck dan Food Bus.

Memasuki tahun 2017, gerai waralaba KFC sudah tersebardi hampir seluruh Indonesia, dengan gerai mencapai 628 gerai KFC. Tidak hanya menyajikan ayam goreng yang lezat saja, KFC juga meningkatkan penjualan produknya dengan memberikan mutu terbaik. Salah satunya kehadiran menu-menu paket menarik yang jauh lebih ekonomis.

Kemunculan menu-menu lain selain ayam goreng ini juga di dukung dengan kehadiran menu kopi di gerai KFC. Penambahan menu baru ini tentunya meningkatkan jumlah pembeli dan pengunjung yang ingin menikmati menu special dari KFC.

Tidak berhenti sampai disitu saja, KFC melakukan berbagai inovasi terkait kemajuan gerai waralaba dengan melakukan trobosan melalui food truck dan food bus. Layanan food truck ini tergolong baru bagi KFC yang memulainya pada bulan Mei 2017 lalu, tepatnya di rest area KM 40 bertepatan dengan arus mudik 2017.

Baca Juga:Megenang Masa Kejayaan Bandara Kemayoran, Bandara Internasional Pertama Indonesia

Saat itu KFC food truck meraup keuntungan dengan pendapatan per harinya mencapai Rp4 juta per hari. Tentunya terobosan baru ini hanya dilakukan pihak KFC pada hari tertentu dan perayaan tertentu saja. Inovasi baru yang dilakukan oleh KFC ini nampaknya akan menguatkan citra brand KFC di mata masyarakat Indonesia, khususnya pecinta ayam goreng tepung.

Pada tanggal 13 Januari 2019 lalu, kolom komentar sosial media dari KFC dibanjiri dengan kritik dan protes dari berbagai kalangan. Hal ini lantaran pihak KFC menggandangkan campaign untuk merapihkan bekas makan sendiri saat berada di KFC.

“Kebiasaan yang baik itu harus dimulai dari yang paling kecil. Kita mulai sekarang, kita mulai dari diri sendiri! Seperti yang kalian ketahui, kalo kebersihan itu sebagian dari iman. Ayo, mulai bersihkan nampan makan-mu sehabis makan! Kalo enggak sekarang, kapan lagi?”

Pro dan kontra pun langsung membanjiri kolom komentar dari postingan KFC Indonesia. Sebagian orang beranggapan bahwa jika sudah membayar dengan pajak dan jasa, maka pihak pembeli tidak memiliki kewajiban untuk membersihkan sisa makanan yang di santap. Sementara itu, sebagian lainnya menilai memang sudah diajarkan sejak dini saat berada di rumah untuk merapikan kembali wadah makan yang digunakan.

Jika dilihat dari sisi baiknya, memang merapikan dan membersihkan bekas makan yang kita gunakan akan meringankan sedikit beban para pramusaji. Namun, sebagian masyarakat Indonesia tidak terbiasa dengan merapikan bekas sisa makanan di sebuah restaurant. Bagaimana dengan Anda? Apakah mau membersihkan dan mengikuti campaign dari KFC Indonesia?

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here