Pecinta fashion khususnya sepatu, tentunya sudah tidak asing dengan salah satu merek sepatu boots kulit Dr. Martens dong? Dr. Martens atau yang akrab kita sebut Docmart ini merupakan pelopor sepatu boots yang mulanya dibuat dengan ketidaksengajaan seorang dokter tentara Jerman, Klaus Martens.

Baca juga: Sepatu Warrior, Sepatu Kenangan Anak Sekolah Generasi 90-an

Klaus Martens merupakan seorang dokter tentara Jerman pada masa Perang Dunia ke II. Ia mengalami cidera dan mengharuskan dirinya cuti dari pekerjaannya. Selama masa cuti tersebut, Klaus Martens mencoba untuk mendesain ulang sepatu boots miliknya. Klaus Martens pun mengganti bahan dasar sepatunya dengan kulit yang memiliki tekstur lebih lembut, ia juga mengganti sol dengan bahan yang lebih empuk.

Berkat keisengannya itulah, Klaus Martens mulai memproduksi sepatu boots lainnya untuk digunakan secara pribadi. Semasa perang berakhir, Klaus pun mulai menekuni pembuatan sepatu bootsnya dengan membuka usaha kecil-kecilan.

Pada tahun 1947, Klaus Martens bertemu dengan rekan lama seprofesinya, Dr Herbert Funck di Munich. Keduanya pun mulai memproduksi sepatu boots dengan memanfaatkan karet yang tidak terpakai di lapangan udara Luftwaffe. Keduanya mulai menjalankan bisnis dan menjual sepatu boots buatannya di Seeshaupt, Jerman.

Sepatu boots buatan Klaus ini pun ternyata berhasil diterima dengan baik oleh masyarakat. Hal ini pun akhirnya mendorong Klaus dan Herbert untuk mendirikan sebuah pabrik sepatu. Tahun 1952 keduanya pun mendirikan sebuah pabrik di Munich.

Tujuh tahun kemudian, Klaus pun mulai menjajakan bisnis ke pasar internasional. Klaus dan Herbert menggandeng produsen asal Inggris, R. Griggs Group Ltd. Dengan menggandeng perusahaan besar ini, Klaus pun dapat memasarkan produknya hingga ke mancanegara. Produk sepatu pertamanya muali di edarkan pada tahun 1960-an. Saat itu produk dari Klaus ini diberi label Airwair, dengan sebelumnya sudah mengalami perbaikan dari segi desain, maupun dari segi sol.

Airwair pertama ini bahkan diberikan beberapa ciri khas yang dapat menandakan sepatu tersebut adalah produksi dari Griggs Group. Salah satu ciri yang sampai saat ini terlihat adalah dengan menggunakan benang berwarna kuning yang mengelilingi seluruh sol.

Dalam memproduksi sepatu boots dengan kualitas terjamin, Klaus bersama Griggs Group pun merilis dua jenis sepatu boots, yakni seri 1460 dan seri 1461. Seri 1461 ini memiliki desain hanya sebatas mata kaki, sementara seri 1460 memiliki desain yang menutupi mata kaki. Seri 1461 ini juga mengalami perkembangan dan banyak perubahan dalam pemilihan warna, dari yang semula hanya berwarna merah kini sudah berkembang dan tersedia dalam beberapa warna, seperti hitam, biru, merah maroon, cokelat, kuning, dan lain-lain.

Puncak kesuksesan produk Dr.Martens ini pada tahun 1990-an. Saat itu sepatu boots Dr.Martens yang semula hanya digunakan oleh tentara, tukang pos, hingga pekerja pabrik pun mulai digunakan oleh kalangan artis dan musisi punk. Tak hanya itu saja, bahkan produk dari Klaus ini pun popular hingga ke Eropa dan memiliki sebutan beragam, mulai dari Dr.Martens, Docmart, hingga DMs.

Pada tahun 1998 hingga 2003, Rushden & Diamonds F.C menjadi pihak sponsor dari produk Dr.Martens. Klaues dan Griggs Group yang semula memakai nama Airwair pun berubah nama pada tahun 2000-an menjadi Airwair Stand.

Pasang surut di dalam perusahaan pun kerap terjadi, hingga pada akhirnya produksi dari produk Dr.Martens yang berada di Inggris dipindahkan ke Cina dan Thailand. Hal ini disebabkan angka penjualan yang kerap kali menurun sejak tahun 2003. Kemunduran tersebut pun diperburuk ketika produk pesaing lainnya mulai masuk ke pasaran.

Dr.Martens pun bertahan sebagai produsen dengan hak paten atas nama Dr.Martens dengan produk unggulannya berupa sepatu boots. Produk yang dikeluarkan oleh Dr.Martens pun kini tak sebatas sepatu boots saja. Griggs Group menciptakan ragam sendal kulit dengan nama Dr.Martens. Griggs Group juga melakukan kerjasama dengan beragam merek ternama seperti Supreme dan BAPE.

Meski mengalami pasang surut, Dr.Martens pun berhasil menjadi produk sepatu dengan kualitas terbaik bagi semua kalangan, khususnya komunitas musik punk yang sangat kental dengan pemakaian sepatu boots. Di Indonesia sendiri, kehadiran Dr.Martens disambut hangat oleh para pecinta vintage klasik. Akan tetapi bukan Indonesia namanya kalau tidak memanipulasi dan menciptakan produk Dr.Martens dengan berbagai macam kwalitas alias KW.

Baca juga: Sepatu Bata, Populer dan Merakyat, Ternyata Asalnya Bukan dari Indonesia

Memakai nama Dr.Martens dengan harga miring inilah yang kemudian banyak remaja yang ingin terlihat high class ini rela membelinya. Yang terpenting adalah memakai produk bermerek, soal keaslian nomor dua. Hayo ngaku, diantara kalian para pembaca siapa yang menggunakan produk Dr.Martens KW?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here