Sebelum aku tahu akan artinya cinta…Terlena ku dibawa nya ke sana…Setelah dia pergi baru aku mengerti…Kutelah jatuh cinta kepadanya.

Merasa familiar dengan penggalan lirik diatas? Sebuah lirik legendaris ini berasal dari seorang musisi bertubuh tambun, Farid Hardja. Lagu Ini Rindu menjadi salah satu mahakarya yang lahir dari seorang musisi asal Sukabumi, Jawa Barat. Bukan hanya itu saja, nama Farid Hardja bahkan menyimpan sejuta kenangan bagi industri musik Indonesia.

Farid Hardja pertama kali hadir dengan penampilan yang biasa saja. Berkepala botak dengan rambut tebal di bagian kanan, kiri dan atas. Namun, salah satu ciri khas yang sejak awal ia terapkan ialah penggunaan kacamata hitam yang setia menunjang penampilannya. Kacamata memang menjadi ciri khas Farid Hardja seperti kala ia berpenampilan ala Elton John, Farid selalu bergonta ganti kacamata. Seiring berjalannya waktu, penampilannya pun berubah. Ia berambut kribo dengan baju menyerupai jubah warna-warni. Nyentrik, itulah dia Farid Hardja.

Baca juga: Lagu-lagu Penyanyi Jiran ini Pasti Pernah Menjadi Lagu Galaumu

Sumber: www.kasetlalu.com

Sebelum terkenal dengan solo karirnya dan sejumlah tembang hits miliknya, Farid lebih dulu menjajal peruntungan dengan bergabung bersama band-band Indonesia. Band pertama yang membangun karirnya adalah De Zieger, sebuah band dengan aliran rock & roll. Farid bergabung bersama dengan De Zieger pada tahun 1966. Saat itu masyarakat Indonesia sedang digandrungi dengan musik khas The Beatles hingga The Rolling Stones.

Bergabungnya Farid bersama De Zieger ini tidak bertahan lama. Ia pun memutuskan untuk hijrah ke Jakarta. Selama berada di Jakarta, Farid kembali mencoba mengembangkan kemampuannya dalam bermusik. Ia pun bergabung bersama band dengan aliran rock seperti Cockpit, Brotherhood hingga Brown Bear.

Pada tahun 1976, Farid memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya, Sukabumi. Memiliki jiwa dan kecintaan yang sangat tinggi terhadap musik, membuat Farid terus berlatih dan mengikuti perkembangan musik. Ia pun mempelajari berbagai genre musik, mulai dari country, rock & roll, R & B, hingga dangdut pun ia coba. Di Sukabumi, Farid membentuk sebuah band dengan nama yang cukup unik, Bani Adam.

Mulai dari terbentuknya Bani Adam lah karir Farid mulai cemerlang. Tahun 1977 sebuah label rekaman, Jackson Records & Tapes mengajak Bani Adam untuk rekaman di kantornya. Alih-alih mencoba peruntungan, Bani Adam berhasil merilis album pertamanya dengan lagu andalannya berjudul Karmila. Lagu tersebut pun membawa nama Farid dan juga Bani Adam kian melambung. Di tahun yang sama mereka pun kembali merilis album kedua Special Edition dengan lagu andalan Ikan Laut Pun Menari Dibawah Lenganmu.

Baca juga: Kilas Balik Voodo Band yang Hits di 90-an

Kiprah Farid tak lagi tertahankan. Karirnya kian melambung dan membesarkan namanya. Lagu-lagu yang dikeluarkannya pun menjadi lagu hits Indonesia pada masanya. Sebut saja lagu Karmila (1977), Bercinta di Udara (1983), Ini Rindu (1992), hingga lagu yang menyentil pemerintah, Partai Sembako (1999). Begitu populernya lagu-lagu Farid Hardja, kelompok lawak legendaris Warkop DKI pun pernah membawakan lagu “Bercinta di Udara” dalam film mereka “Gantian Dong” (1985).

Beberapa cover album Farid Hardja. Sumber: www.dennysakrie63.wordpress.com, www.kasetlalu.com

Tidak hanya itu, Farid Hardja tercatat pernah membuat proyek bersama penyanyi papan atas Indonesia, sebut saja Achmad Albar, Gito Rollies, Euis Darliah, Endang S. Taurina belum lagi proyek duetnya dengan penyanyi dangdut Anis Marsella, Merry Andani, maupun Mario dan tentu saja yang paling fenomenal duetnya bersama Lucky Resha dalam lagu “Ini Rindu”.

Tidak hanya berkarir sebagai musisi saja, Farid juga sempat menjajal dunia akting. Sejumlah film layar lebar mulai dari Tante Sundari (1977), Bandit Pungli (1977), Sayang Sayangku Sayang (1978) dan juga Ini Rindu (1999). Bukan hanya sebagai pemain saja, Farid bahkan merangkap sebagai penata musik untuk dua film terakhirnya.

Tahun 1998, musisi kebanggaan Indonesia, Farid Hardja menghembuskan nafas terakhirnya di usia 48 tahun, tepatnya pada 27 Desember 1998. Indonesia berduka, kehilangan musisi terbaik dengan gaya nyentrik khas milik Farid Hardja. Meskipun demikian, sejumlah karya terbaik dari seorang Farid Hardja akan tetap dikenang sebagai karya legendaris yang sampai detik ini masih menemani masyarakat Indonesia.

Berikut Diskografi Farid Hardja yang dilansir dari dennysakrie63.wordpress.com

1.Karmila – Farid Bani Adam (Jackson Records,1977)
2.Special Edition – Farid Bani Adam (Jackson Records,1977)
3.New Bani Adam – Farid Bani Adam (Musica Studios 1978)
4.Tinggal Bersama (Original Soundtrack) – Farid Bani Adam (Musica Studios 1978)
5.Pohon Cinta – Farid Bani Adam (Nusantara Records,1979)
6.Asmara – Farid Bani Adam (Virgo Ramayana Record,1979)
7.Tangis dalam Senyum – Farid Bani Adam (Virgo Ramayana Record,1980)
8.Majalah Femina – Farid Bani Adam (Virgo Ramayana Record,1980)
9.10 Lagu Terbaik Farid Bani Adam – Farid Bani Adam (Jackson Records,1981)
10.Terbuka Tirai Jendela Cintaku – Farid Bani Adam (Jackson Records,1982)
11.Bercinta di Udara – Farid Hardja (RCA,1983)
12.Jakarta Sayang, Jakarta Malang – Farid Hardja (WAA/Purnama Record,1983)
13.Tragedi/Korban Marihuana – Farid Hardja (RCA 1984)
14.1,2,3/Tangan Baja – Farid Hardja & Achmad Albar (Varia Nada Utama,1984)
15.Di,di..hi,di.Da,da, da,ha – Farid Hardja & Non Block.(1984)
15.17 Tahun ke Atas – Farid Hardja (RCA,1985)
16.Superstar Jagorawi – Farid Hardja (RCA,1985)
17.La Fender – Farid Hardja (Sokha ,1986)
18.Irama Sofy Sofy – Farid Hardja (Sokha,1986)
19.Sop Dihidangkan – Farid Hardja & Gito Rollies (Sokha,1986)
20.Jangan Menangis – Farid Hardja (RCA,1986)
21.Kacamata Memburu Cintrak – Farid Hardja (RCA,1987)
22.Timur Tengah – Farid Hardja (RCA,1987)
23.Kacamata/Rockn’roll ’87 – Farid Hardja (RCA,1987)
24.Asmara Ilala – Farid Hardja & Euis Darliah (Blackboard,1988)
25.S.O.S – Farid Hardja (Metrotama,1990)
26.Demam Disco – Farid Hardja (Art Record/Union Artist 1990)
27.Ini Rindu – Farid Hardja & Lucky Resha (Metrotama 1991)
28.Romantika D’Amour – Farid Hardja & Lucky Resha (Metrotma,1992)
29.Selamat Datang Asmara – Farid Hardja & Endang S.Taurina (Metrotama,1993)
30.Nonstop Mega Discomix – Farid Hardja (Blackboard,1994)
31.Ayam – Trio FAM (Farid Hardja,Anis Marsella,Merry Andani) (Metrotama,1994)
32.Cinta Damai – Farid Hardja (MSC Record,1996)
33.Varia Bengawan Solo – Farid Hardja (Gema Nada Pertiwi,1996)
34.Opera Anoman – Farid Hardja (PT Aquarius Musikindo,1997)
35.It’s Now or Never – Farid Hardja (Life Records,1997)
36.Musik Masak – Farid Hardja (Elang Mustika,1998)
37.Partai Sembako – Farid Hardja (Calista 2000,1999)
38.Cut Cut Cut – Farid Hardja & Barbie (Calista 2000,1999)
39.Obat Cinta – Farid Hardja (Calista 2000,1999)
40.Very Best Of Farid Hardja – Farid Hardja (Gema Nada Pertiwi,2004)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here