Freddie Mercury
Freddie Mercury

Bagi pecinta lagu slow rock, saban tanggal 5 September biasanya selalu ada saja event yang dapat dinikmati di cafe-cafe. Apa yang membuat 5 September terasa spesial? Ternyata di tanggal tersebut dikenang sebagai hari kelahiran musisi asal Britania, Freddie Mercury, ya tepatya Freddie lahir di Stone Town, Tanzania pada 5 September 1946.

Mendengar lagu ‘Bohemian Rhapshody’ hal yang paling melekat dari sosok Freddie Mercury, sang penulis lirik yang sukses membawa lagu tersebut menjadi hits pada album ‘A Night at the Opera’. Album ini sukses laku di pasaran dengan total penjualan mencapai 2,5 juta keping dalam waktu singkat, dan menempati posisi puncak di beberapa negara seperti Belanda, Belgia, Kanada dan Selandia Baru.

Musisi yang memiliki nama asli Farrokh Bulsara ini merupakan salah satu pencetus lahirnya sebuah legenda musik rock, Queen. Sepak terjang Freddie dalam bermusik tidak semulus yang dibayangkan. Dirinya sempat bergabung dengan beberapa musisi lain, dan membentuk sebuah band sebelum memutuskan untuk membentuk Queen.

Freddie Mercury
Freddie Mercury

Freddie sempat bergabung dengan band Ibex, yang kemudian berganti nama dengan Wreckage. Tak mengalami kesuksesan, band tersebut dinyatakan bubar. Freddie pun kembali bergabung dengan band Sour Milk Sea dan juga tidak bisa bertahan lama.

Bersama dengan Brian May (gitaris) dan Roger Taylor (drumer), Freddie sepakat untuk membentuk Queen, dengan Freedie yang mengisi posisi vokal, dan merekrut John Deacon untuk mengisi kekosongan bass.

Queen mulai dicintai dan diterima dengan hangat oleh para penggemar musik rock. Hal ini terbukti dengan suksesnya karya-karya yang mereka keluarkan berhasil menjadi hits di dunia. ‘Somebody To Love’, ‘Love of My Love’, ‘We Are The Champions’ dan sejumlah lagu-lagu hits lainnya yang berhasil meraih penjualan 300 juta keping inilah yang membuat nama Queen makin dikenal. Bahkan untuk lagu ‘We Are The Champions’ sempat dipakai oleh Trump ketika berkampanye, yang kemudian terjadi polemik dan masalah dengan Queen yang tidak menginginkan Trump memakai lagu mereka karena dianggap bertentangan dengan kebijakan Queen.

Selama berkarir dengan Queen, Freedie sedikitnya telah menggelar konser di beberapa belahan dunia sebanyak 700 konser. Konser Queen yang paling megah saat itu adalah saat konser Live Aid di Stadion Wembley, yang diketahui dihadiri oleh 72.000 penonton. Penampilan konser Queen inilah yang kemudian dinilai sebagai konser rock terbesar di dunia.

Freddie Mercury dikenal sebagai musisi dengan vokal yang sempurna, perpaduan suara hard rock dan glam rock yang dimilikinya, membuat dirinya mampu memberikan nuansa ekspresif untuk setiap kata dengan kalimat yang lembut dan manis. Bahkan Freddie juga sering menggunakan teknik subharmonik dalam bernyanyi, yang biasanya teknik ini digunakan oleh penyanyi Tuvan.

Pada tahun 1991 dunia dikejutkan dengan berita kematian dari sang legenda, Freddie Mercury. Freddie dilaporkan meninggal akibat penyakit yang ia derita yakni AIDS. Sebelum berita kematiannya menyebar luas, para penggemar Queen sudah menduga hal ini akan terjadi. Pasalnya saat lagu ‘Bohemian Rhapshody’ dirilis, terdapat pesan yang tersirat yang disimpan oleh Freddie. Pesan itu secara tidak langsung mengatakan bahwa Freddie adalah seorang homoseksual.

Fakta bahwa Freddie adalah seorang gay juga dibuktikan dengan kesaksian kerabat dekatnya, Sir Tim Rice. “Saya sudah bicara dengan Roger Taylor [drummer Queen] tentang hal itu. Ada pesan yang sangat jelas di dalamnya. Ini adalah pengakuan Freddie bahwa ia adalah gay” katanya seperti dilansir dari dailymail.co.id.

Meskipun Freddie menutupi bahwa dirinya gay dan terkena penyakit AIDS, pada akhirnya ia pun mengaku bahwa dirinya memang terserang penyakit AIDS yang membuat tubuhnya semakin kurus. Freddie tutup usia saat berada di kediamannya di Kensington.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here