Anak merupakan anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada umatnya. Setelah menikah, tentunya kehadiran seorang anak sangat ditunggu oleh para pasangan agar hidupnya bertambah ramai dengan tangisan sang bayi yang baru lahir.

Dari jaman dulu hingga jaman sekarang, memprediksi jenis kelamin bayi yang sedang dikandung nampaknya sudah menjadi hal wajar bagi ibu hamil. Mulai dari mempercayai mitos dan fakta yang berkembang di masyarakat, hingga melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan.

Beberapa mitos yang berkembang di masyarakat saat ibu hamil memprediksi jenis kelamin bayi yang dikandung, salah satunya seperti kalau sang ibu ketika hamil tampilan kotor atau berjerawat dan tidak suka memakai make up mitosnya anak yang di kandung adalah laki-laki. Sebaliknya, kalau sang ibu hamil terlihat bersih dan selalu cantik, rajin memakai make up dan bersolek konon katanya anak yang sedang berada dalam kandungannya adalah anak perempuan.

Apakah benar begitu? Ternyata ada penjelasan ilmiahnya lho mengenai kehamilan. Yuk, simak mitos dan fakta seputar jenis kelamin bayi dalam kandungan agar tak salah menafsirkan.

  • Ukuran Perut Ibu Hamil;

Mitos: Jika perut ibu hamil berukuran lebih besar maka bayi yang dikandung adalah perempuan. Sebaliknya, jika perut ibu hamil lebih kecil maka yang dikandung adalah bayi laki-laki.

Fakta: Rata-rata bayi laki-laki terlahir lebih berat daripada bayi perempuan. Hal ini bisa saja membuat bentuk perut Ibu yang mengandung bayi laki-laki lebih besar daripada bayi perempuan. Namun perbedaan berat bayi ini tetap tidak dapat dijadikan patokan terkait jenis kelamin bayi dan ukuran perut ibu hamil.

  • Bentuk dan Posisi Perut Ibu Hamil;

Mitos: Jika perut Ibu hamil bulat ke atas maka anak yang dikandung adalah perempuan. Namun jika perut Ibu hamil bulat ke bawah, maka Ibu sedang mengandung bayi laki-laki.

Fakta: Posisi bayi dalam rahim Ibu memang berbeda-beda. Saat punggung bayi mengarah ke samping depan, maka bentuk perut ibu hamil akan lebih menonjol. Namun saat posisi punggung bayi sejajar dengan punggung Ibu hamil, maka bentuk perut ibu akan lebih datar. Tetapi faktanya, perbedaan posisi bayi di dalam rahim tidak menentukan jenis kelamin bayi.

  • Morning Sickness;

Mitos: Morning sickness atau muntah-muntah di awal kehamilan yang lebih banyak dialami saat hamil menandakan bayi yang dikandung adalah perempuan.

Fakta: Sebuah studi menjelaskan bahwa, saat ibu mengandung bayi perempuan, kadar hormon progesteron akan meningkat. Inilah yang membuat ibu lebih mual. Namun, banyaknya morning sickness pada ibu hamil tetap tidak bisa menentukan jenis kelamin bayi. Faktanya, morning sickness akan dialami ibu hamil selama 12 minggu pertama kehamilan, saat embrio masih sangat kecil.

  • Persalinan Sulit;

Mitos: Konon katanya, mengandung bayi laki-laki akan mengalami proses persalinan yang lebih sulit dibanding bayi perempuan.

Fakta: Pendapat ini bisa jadi sebuah fakta. Studi yang diterbitkan di British Medical Journal menemukan fakta mengejutkan, bahwa rata-rata dari 8.000 persalinan sulit di Irlandia kebanyakan melahirkan anak laki-laki. Penelitian ini dilakukan dari tahun 1997-2000.

  • Perbedaan Detak Jantung;

Mitos: Konon bayi laki-laki memiliki detak jantung lebih rendah daripada bayi perempuan ketika di dalam kandungan.

Fakta: Faktanya tidak ada perbedaan signifikan antara detak jantung bayi laki-laki dan perempuan selama masa kehamilan. Namun, banyaknya detak jantuk pada tiap bayi bisa lebih atau kurang 22,7 kali per menit. Inilah mengapa banyaknya detak jantung bayi tidak mempengaruhi jenis kelamin bayi dalam kandungan.

  • Tingkatan Stress;

Mitos: Ibu yang mengandung bayi perempuan dianggap lebih sering mengalami stress daripada yang mengandung bayi laki-laki.

Fakta: Mungkin saja pendapat ini bisa menjadi sebuah fakta. Karena sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2012 menemukan fakta bahwa terdapat hubungan antara jenis kelamin bayi dengan tingginya stress pada Ibu hamil. Perempuan dengan kadar hormon kortisol tinggi, secara statistik lebih banyak melahirkan anak perempuan.

  • Suka Makanan Manis Atau Asin;

Mitos: Pendapat berkembang dalam masyarakat bahwa semakin menginginkan makanan atau minuman manis, berarti Ibu hamil sedang mengandung bayi perempuan.

Fakta: Tidak ada hubungan yang pasti antara kegemaran mengkonsumsi makanan dan minuman manis dengan jenis kelamin pada bayi. Keinginan makan dan minum sesuatu pada Ibu hamil hanya dipengaruhi oleh kadar gula darah yang rendah, kelelahan dan kurang tidur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here