Honda Astrea 700. Foto: Istimewa

Meski motor matic kini sudah jadi raja di Tanah Air, namun segmen motor bebek 4-tak dengan gigi rotating tetap punya pasar tersendiri. Dimulai sejak awak tahun 1970 sampai saat ini generasi motor Honda bebek terus bertransformasi dengan perbaikan disana sini. Anda tentu familier dengan sebutan Astrea Star, Grand Astrea, Black Astrea, Astrea Impressa, sampai Honda Supra X. Boleh jadi tanpa sadar, merek-merek tersebut telah menjadi bagian dari perjalana sejarah kita.

Baca juga: Honda CB100 – Bukti Gairah Motor Retro Tak Akan Pernah Sirna

Dan ibarat pepatah tak kenal maka tak sayang, peletak dasar label kondang motor bebek di Indonesia adalah Honda Astrea 700 dan Astrea 800. Meski belum bisa dibilang barang antik, namun bagi yang berjiwa klasik, motor bertampang jadul ini masih jadi obyek buruan, bahkan serangkaian modifikasi tak bisa dibilang sepi pada jenis motor ini.

Dengan model yang cukup simpel dan termasuk tak ketinggalan jaman, Honda Astrea 700 yang dirilis tahun 1980 ini menjadi pilihan banyak orang, lantaran konsumsi bensin yang tidak seboros motor 2-tak. Ditambah lagi motor ini memang terkesan kalem. Penampilan lampu sein terpisah dan lampu belakang yang juga terpisah dari body motor, memang tak jauh berbeda dengan motor di jamannya. Tampilan speedometer pun simpel, dengan putaran maksimum di 100 kp. Mesinnya tetap 70 cc 3 speed penyempurnaan dari Honda Super Cub.

Debut Honda Astrea 700 tak lama, sejak 1983 debut motor bebek digantikan oleh Astrea 800. Mulai dari sini Astrea 800 melakukan pembenahan dengan jok yang bertambah lebar, punuk yang lebih ramping, speedometer dengan dimensi yang lebar dan informatif, visor di batok, lubang kunci di bawah setang dan lampu kini berada di bawah jok dan lampu sein menyatu dengan headlamp/stoplamp. Soal kubikasi bertambah menjadi 80 cc dan transmisi masih 3-speed.

Iklan Honda Astrea 800

Baca juga: Pontiac “KITT” Trans Am (1982) – Bersama David Hasselhoff Sukses Menjual Mimpi di Era 80-an

Mulai dari Astrea 800, dikenal model motor bebek modern di Indonesia. Ciri khas modern seperti adanya kunci kontak bersatu dengan kunci stang, indikator BBM, indikator oli, electric stater, dan pengapian CDI 12 Volt, sehingga tidak perlu repot repot lagi setel platina. Mesin Astrea 800 pun dikenal halus. Kampanye konsumsi 115 km per liter menjadi daya tarik promosi Astrea 800 kala itu.

Meski fenomenal pada zamannya, seri Astrea 800 hanya diproduksi selama tiga tahun, persisnya pada tahun 1986 Honda telah merilis seri Astrea Star.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here