Tahukah Anda, bahwa Indonesia merupakan negara pertama yang memiliki pecahan uang berbahan plastik di dunia dengan nominal Rp100.000, bergambar Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Bung Hatta. Pecahan uang Rp100.000 plastik ini pertama kali dirilis pada 1 November 1999.

Baca juga: Tabanas, Cermin Gaya Menabung Muda Mudi Era 80-an

Bank Indonesia, selaku pemegang kuasa atas pemesanan uang berbahan plastik ini pun melakukan pemesanan uang plastik dari Negara tetangga, Australia. Saat itu, Indonesia dinilai belum memiliki fasilitas yang memadai untuk penyediaan bahan baku uang plastik .

Uang dengan pecahan Rp100.000 ini memang sangat legenda dan saat ini paling diburu oleh para kolektor karena keunikannya. Uang ini memiliki dimensi ukuran yang sama dengan pecahan lainnya, 151 x 65 mm. Uang plastik ini juga dibubuhi tanda tangan Gubernur dan Deputi BI, yaitu Syahril Sabirin dan Iwan R. Prawiranata.

Pada desain bagian depan uang pecahan Rp100.000 ini menampilkan dua sosok pahlawan proklamator, Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta, dengan warna dominan cokelat, jingga, kuning, hijau, dan merah. Sementara itu, pada desain bagian belakang terdapat gambar gedung MPR dan DPR dengan warna yang sama pada bagian desain utama. Tak hanya itu saja, pada uang pecahan Rp100.000 ini juga dilengkapi dengan tanda air berupa shadow image Garuda Pancasila Color Windows, bentuk bunga yang memuat logo dari BI (Bank Indonesia).

Meskipun menjadi uang plastik pertama, masa edar dari uang Rp100.000 ini pun harus dihentikan. Tepatnya pada 30 Desember 2013, masyarakat Indonesia diminta untuk menukarkan uang pecahan Rp100.000 plastik ini karena sudah tidak berlaku lagi untuk proses jual-beli.

Salah satu kebiasaan masyarakat yang dengan mudahnya menyetrika atau memanaskan uang inilah yang kerap kali membuat uang plastik pecahan Rp100.000 lengket dan mudah terbakar.

Sejak terbitnya pada 1 November 1999, Negara-negara lain yang melihat kesuksesan Indonesia dengan uang plastiknya ini pun mulai menerapkannya di negara masing-masing. Diawali dengan nominal kecil.

Saat ini, dengan uang Rp100.000 bagi generasi zaman now tentu sangat kurang dan cukup. Hal ini disebabkan dengan gengsi berlebih dan juga kebutuhan yang terus meningkat. Terlebih nilai tukar rupiah saat ini sedang melemah. Tetapi jika Anda termasuk ke dalam orang yang tidak boros atau bisa mengontrol bagaimana perputaran uang, pastinya dengan Rp100.000 sudah bisa untuk makan dan jajan makanan favorite.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here