Mendengar istilah kata Om Senang pada era 70-80’an tentu terdengar tak asing di telinga. Begitupun dengan istilah Tante Girang yang sampai saat ini masih kerap kali di lontarkan. Kedua istilah ini merupakan kata dari seseorang yang bisa dibilang haus akan kasih sayang dan butuh kesenangan.

Baca juga: Tren Era 80-an, Bulu Ketiak Jadi Lambang Sensualitas

Penggunaan istilah Om Senang saat ini sudah sangat jarang terdengar dan digunakan. Hal ini karena lebih dikenalnya istilah Sugar Daddy di bandingkan istilah Om Senang. Secara garis besar kedua istilah tersebut memiliki arti dan penafsiran yang sama. Om Senang lebih di artikan kepada sosok laki-laki berumur yang senang diantara wanita muda, terlebih wanita yang bisa di ajak bersenang-senang dan sesuai dengan kriteria sang Om Senang tersebut.

Sementara untuk istilah Tante Girang, kurang lebihnya memiliki arti yang sama seperti istilah Om Senang. Bedanya Tante Girang di peruntukan kepada kaum wanita yang mendambakan belai kasih dari seorang laki-laki yang usianya jauh lebih muda.

Uniknya, istilah Tante Girang ini konon muncul karena persaingan di antara ibu-ibu dengan wanita yang lebih muda. Para ibu-ibu dengan usia antara 30-40 tahunan ini sedang genca-gencarrnya mencari pasangan yang usianya jauh lebih muda. Maka tercetuslah istilah Tante Girang yang lebih bermakna negatif untuk perkumpulan ibu-ibu pecinta berondong.

Terlepas dari konotasi negatif dari istilah Om Senang dan Tante Girang, keduanya merupakan orang-orang yang berlatar belakang luar biasa loh. Om Senang maupun Tante Girang biasanya digelimangi dengan harta melimpah, sehingga tak jarang baik perempuan dan laki-laki yang lebih muda senang menempel dengan Om Senang dan Tante Girang.

Om Senang dan Tante Girang tak akan segan untuk membelanjakan dan memanjakan para pasangannya yang jauh lebih muda dibanding mereka. Target dari Om Senang dan Tante Girang ini biasanya seorang mahasiswa/I yang membutuhkan biaya tambahan untuk hidup, foya-foya, dan memenuhi kebutuhan yang tak terbatas.

Kini istilah Om Senang sudah sangat jarang di gunakan, bahkan terdengar asing di telinga. Kini kebanyakan orang lebih mengenal istilah Sugar Daddy disbanding Om Senang, dan biasanya pasangan dari Sugar Daddy ini di kenal dengan istilah Sugar Baby.

Baca juga: Apa Kabar Kiki Fatmala? Si Hantu ‘Jembatan Ancol’ yang Manis dan Seksi

Menurut Ivan Lanin, seorang Wikipediawan Bahasa Indonesia, istilah Om Senang atau Sugar Daddy kini sudah dipadankan ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjadi Gadun, yang memiliki arti hidung belang. Sementara untuk istilah Tante Girang sampai saat ini masih kerap kali terdengar dan digunakan untuk memberikan predikat ibu-ibu yang punya pacar berondong. Teruntuk Anda generasi 70/80’an, tak asing dengan kata Om Senang dan Tante Girang kan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here