Jaka Sembung (1981)
Jaka Sembung (1981)

Pada masa 80’an, film-film Indonesia di warnai dengan kehadiran film laga para pendekar khas Indonesia. Salah satu film yang bergenre action tersebut adalah Jaka Sembung, yang di rilis pada tahun 1981. Melalui film Jaka Sembung, nama Barry Prima pun menjadi sangat populer. Ia berhasil berperan sebagai sosok pendekar tangguh.

Jaka Sembung merupakan film fiksi yang disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra. Film pendekar Indonesia ini dirilis pada bulan Juli 1981. Sebagai film pendekar, Sisworo tak segan untuk menggaet aktor tampan, Barry Prima dalam proyek filmnya.

Barry yang dikenal sebagai aktor tampan, bertubuh kekar dan juga berambut ikal ini pun di percaya untuk menjadi aktor pemeran utama. Bersama dengan Dicky Zulkarnaen, Barry pun beradu akting dengan sangat sempurna. Perannya di film Jaka Sembung berhasil melambungkan namanya di jagat perfilman Indonesia.

Jaka Sembung (1981)
Jaka Sembung (1981)

Film Jaka Sembung ini berkisah tentang seorang pendekar yang membenci para Kompeni Belanda. Jaka Sembung (Barry Prima) sempat memberontak kepada para Kompeni lantaran menyiksa rakyat pribumi. Sayangnya aksi pemberontakan tersebut membuat Jaka tertangkap dan di tahan oleh beberapa warga lainnya.

Jaka yang merupakan seorang pendekar pun tidak kehabisan akal. Ia bersama dengan rekan-rekan lainnya berhasil melarikan diri. Kapiten Van Schram (Dicky Zulkarnaen) sangat marah mendengar kabar tersebut. Van Schram memberikan perintah untuk segera menemukan Jaka Sembung (Barry Prima).

Untuk menangkap seorang pendekar seperti Jaka Sembung, Meneer Van Allen (Surta Brata) selaku Advisseur di district Cirebon memberikan sebuah usul. Usul tersebut berupa sebuah politik Devide et Impera, yakni mengumpulkan para jawara untuk menangkap Jaka Sembung dengan sejumlah imbalan.

Jaka Sembung (1981)
Jaka Sembung (1981)

Dalam perburuan inilah muncul sebuah jurus yang dikenal dengan nama Rawa Rontek. Ilmu ini merupakan sebuah keahlian kekebalan yang dapat menyambungakn anggota tubuh yang sudah terpisah. Jawara yang memiliki kemampuan tersebut adalah Ki Bidin (H.I.M Damsyik), yang berhasil menghidupkan Ki Hitam (W.D Mochtar). Ilmu ini pun menjadi milik Ki Hitam.

Namun, film Jaka Sembung yang dirilis pada tahun 1981 ini sedikit berbeda dari komik karya Djair Warniponakanda dengan judul yang sama. Pada komik tersebut ternyata tidak ada kekuatan Rawa Rontek seperti di film yang dibintangi oleh Barry Prima. Usut punya usut, kehadiran ilmu Rawa Rontek sengaja dihadirkan sebagai pemanis agar penonton kagum dan menjadi daya tarik tersendiri untuk film Jaka Sembung.

Selain ilmu Rawa Rontek yang disajikan dalam film Jaka Sembung, film ini juga menawarkan ketegangan lantaran adanya adegan mata Jaka Sembung dicongkel dan dihilangkan oleh Kapiten Van Shcram. Seperti film-film kebanyakan, Jaka Sembung juga diwarnai dengan kisah cinta dan perjuangan dari Surti (Eva Arnas) dan juga Maria (Dana Christina) yang menyukai Jaka Sembung.

Jadi masa muda Anda sempat diwarnai dengan ketampanan sosok Barry Prima dan Jaka Sembung atau tidak?

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here