Perjuangan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan kerap kali dimuat dalam sebuah film. Salah satunya adalah film karya Alam Rengga Surawidjaja yang berjudul Janur Kuning. Film ini menceritakan tentang perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kembali kemerdekaan dari para penjajah. Film yang dikemas secara apik ini pertama di produksi pada tahun 1979.

Baca juga: The Avengers – Ternyata ‘Aslinya’ Bukan Film Superhero

Film Janur Kuning ini di perankan oleh Kaharuddin Syah (Letnan Soeharto) dan Deddy Soetomo (Jendral Sudirman). Film ini termasuk ke dalam sebuah film perjuangan sejarah yang sangat legendaris. Pasalnya, setelah puluhan tahun sejak dirilisnya film Janur Kuning ini, belum ada film lainnya yang bisa menandingi penggambaran suasana perang seperti Janur Kuning.

Alam Rengga Surawidjaja, yang menyutradarai film Janur Kuning ini menghabiskan total biaya hingga Rp350 juta, jumlah yang tak sedikit pada tahun 1979. Dengan total biaya yang cukup fantastis tersebut, Surawidjaja menghabiskannya untuk biaya produksi ratusan baju seragam dan ribuan baju untuk para figuran. Tidak hanya itu saja, film Janur Kuning juga turut melibatkan panser, tank, dan pesawat terbang. Hal ini lah yang menjadikan film Janur Kuning tidak ada yang bisa menandingi.

Secara garis besar, film Janur Kuning ini menceritakan perjuangan Letnan Soeharto dan Jendral Sudirman dalam merebut kembali kemerdekaan Indonesia. Pada film Janur Kuning ini pula muncul penggambaran tentang serangan 1 Maret 1949. Saat itu Letnan Soeharto menjadi pemimpin komando dalam perang.

Banyaknya penyusup pada masa itu, membuat Letnan Soeharto memerintahkan para prajurutnya untuk mengenakan janur kuning yang dikalungkan. Hal ini digunakan sebagai penanda bahwa prajuritnya bukanlah penyusup.

Baca juga: “Losmen Bu Broto,” Sukses di Layar Kaca Angkat Pamor Penginapan di Jogja

Sama halnya dengan film G30S PKI, film Janur Kuning ini kerap kali di putar di televisi Indonesia setiap tanggal 1 Maret. Namun sayangnya, sejak Presiden Soeharto lengser, film Janur Kuning ini sudah sulit dan tak pernah lagi di tayangkan. Penyebabnya lantaran banyak para sejarahwan yang menilai bahwa kejadian 1 Maret 1949 tidak seperti yang tergambar di film Janur Kuning. Film Janur Kuning dianggap terlalu mencondongkan peran Soeharto, sehingga pasca lengsernya Soeharto film ini sudah tidak pernah ditayangkan di televisi Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here