Nama Nyonya Rumah memang cukup populer di dunia kuliner. Mungkin namanya terdengar asing di telinga Anda, tetapi tidak di telinga ibu atau nenek kita. Sejak tahun 1951, karya resepnya telah dikenal secara umum melalui rubrik Rahasia Dapur di Star Weekly. Kreasi resep yang terus bertambah, memacu Nyonya Rumah untuk mengabadikannya dalam bentuk buku resep. Siapa sangka, kalau hasil karyanya yang berjudul Pandai Masak 1, Pandai Masak 2, dan Belajar Masak mendapat sambutan hangat dari pembacanya. Bahkan ketiga bukunya ini sempat best seller pada masanya.

Meski telah menginjak usia 90 tahun, Julie Sutarjana alias Nyonya Rumah tak berhenti berkarya. Lewat buku 250 Resep Hidangan Pilihan Legendaris 3 Zaman, ia ingin menunjukkan kalau dirinya tetap eksis di dunia kuliner, dunia yang telah melambungkan namanya.

Dalam buku setebal 238 halaman tersebut, Anda akan menemukan resep-resep jadul yang masih tetap populer hingga sekarang. Tak hanya kuliner khas Nusantara, buku ini juga akan membawa Anda berpetualang kuliner ke makanan-makanan khas Belanda.

Seperti Blinde Vinken alias rolade daging yang disajikan dengan kentang pure. Atau, Sla Ikan Zalm yaitu selada ikan dengan dressing mayones. Selain itu, ada juga Ayam Creole, Bistik Gulung, atau Irish stew. Karena berasal dari Tionghoa, Nyonya Rumah juga menyelipkan 30 resep makanan khas rumahan Cina. Seperti Ayam Kuluyuk, Mi Panjang Umur, Nasi Tim, Ayam Goreng Shanghai, Udang Cae, dan Angsio Kian Lo.

Uniknya, semua nama resep yang dicantumkan masih menggunakan bahasa Belanda. Untuk yang tidak mengenal bahasa ini, mungkin agak kesulitan untuk membaca dan mengartikannya. Contohnya, Ananasegeltjes yang berarti kue nanas atau Keteetonegn yang biasa dikenal dengan lidah kucing.

Penulis buku masak legendaris yang sudah melampaui tiga zaman menorehkan prestasi dengan masuk ke dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penulis dan pencipta resep makanan tertua di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here