Wiro wiro sableng, sinto sinto gendeng~ sepenggal lirik lagu ini terdengar tidak asing di telinga generasi 90-an. Sepenggal lagu diatas adalah lagu dari serial Wiro Sableng 212 yang sempat tayang di salah satu televisi swasta Indonesia. Wiro Sableng diangkat dari serial komik karya Tito Bastian, yang tak lain adalah Ayah dari actor tampan Vino G. Bastian, yang akan memerankan karakter Wiro Sableng versi terbaru.

Hening Sukendro atau biasa dikenal dengan nama Ken Ken adalah actor yang memerankan karakter utama, Wiro Sableng. Meskipun Ken Ken bukanlah actor pertama yang memerankan karakter Wiro Sableng, namanya langsung melejit berkat pendalaman karakter dari Wiro Sableng. Sebelumnya, karakter Wiro Sableng diperankan oleh Tony Hidayat pada film layar lebar berjudul ‘Empat Brewok Dari Goa Sanggreng’ (1988).

Hening ‘Ken Ken’ Sukendro adalah actor kedua pemeran Wiro Sableng yang paling melekat dibenak masyarakat Indonesia, khususnya penggemar serial Wiro Sableng di tahun 90-an. Sebelum berperan penting dalam serial Wiro Sableng 212, Ken Ken sudah lebih dulu terjun ke dunia acting di berbagai serial laga, seperti Mahkota Majapahit dan beradu acting dengan Cut Keke. Saat itu Ken Ken hanya berperan sebagai pemeran pembantu.

Setelah Mahkota Majapahit usai, Ken Ken pun terus mengasah kemampuan aktingnya. Ia berhasil menjadi salah satu actor laga yang berperan di Anglingdarma, Pitung dan Walet Merah. Sekitar tahun 1995, Ken Ken ditunjuk oleh Willy Sujiwo untuk memerankan karakter Wiro Sableng. Saat memerankan karakter Wiro Sableng, Ken Ken masih berusia sekitar 22 tahun.

Tito Bastian sang penulis dan pancipta karakter Wiro Sableng pun menekankan bahwa karakter dari tokoh utama bukanlah seorang pendekar yang menyerang musuh terlebih dahulu, melainkan lebih kepada menunggu serangan dan meledek lawan dengan ucapannya. Meskipun karakter Wiro Sableng ini nyeleneh dan terkesan tidak waras, faktanya Wiro Sableng digandrungi oleh banyak perempuan lho, sebut saja Bunga dan Bidadari Angin Timur. Selain itu, pengambilan angka 212 sendiri memiliki makna mendalam, yang memiliki arti tentang kehidupan bahwa setiap di dunia memiliki dua unsur berlawanan, namun tetap satu Tuhan.

Senjata utama yang digunakan oleh Wiro Sableng adalah sebuah kapak yang dapat membunuh para musuh. Kapak Maut Naga Geni 212 ini sangatlah unik, memiliki racun yang membunuh dan dapat mengeluarkan laser. Selain itu, pada bagian gagang Kapak Maut Naga Geni 212 ini juga bisa berfungsi sebagai seruling, yang juga bisa membunuh para musuh karena suara yang dikeluarkannya. Tak hanya Kapak Maut Naga Geni 212 saja jurus andalan dari Wiro Sableng, puluhan jurus mematikan pun dimiliki oleh Wiro Sableng, seperti Pukulan Harimau Dewa.

Demi bernostalgia dengan serial Wiro Sableng 212, LifeLike Picture bersama dengan Fox International Production (20th Century Fox), kembali membangkitkan memori 90-an dengan memproduksi Wiro Sableng reborn dengan judul ‘212 Warrior’. Di produseri oleh Sheila Timothy yang akan bekerjasama dengan Michael J Warner yang merupakan eksekutif produser dan juga mantan ketua Fortissimo Film yang merupakan konsultan dari Fox International Production.

Selain itu, Angga Dwimas Sasongko yang merupakan salah satu actor berbakat Indonesia ditunjuk sebagai sutradara dari Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212, alias 212 Warrior. Kali ini, Ken Ken tidak berperan langsung dalam Wiro Sableng reborn, melainkan Vino Giovani Bastian lah yang akan berperan sebagai tokoh utama Wiro Sableng. Ken Ken sedikit banyak membantu Vino dalam membangun karakter dari Wiro Sableng yang telah melekat pada dirinya.

Yayan Ruhian, seorang actor sekaligus yang menjadi koreografer film ‘The Raid’ turut serta ambil bagian dalam produksi. Film ‘212 Warrior’ ini akan menjadi film pertama Indonesia yang diproduseri oleh 20th Century Fox. Penayangan serempak Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 ini sudah bisa kalian nikmati mulai tanggal 30 Agustus 2018.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here