Mengenang masa 70 dan 80-an, nama Denny Malik merupakan salah satu penyanyi yang kondang pada saat itu. Mengawali karir sebagai seorang penari di sanggar Swara Mahardika, Denny Malik pun mencoba peruntungannya di dunia menyanyi dan akting. Kesuksesaan Denny Malik sebagai seorang penari, membuat dirinya menjadi salah satu sosok dibalik kesuksesan tarian perhelatan akbar Asian Games 2018.

Lelaki kelahiran 18 Februari 1963 ini memutuskan untuk bergabung dengan Swara Mahardika bersama dengan Guruh Soekarno Putra. Denny Malik bergabung ke sanggar Swara Mahardika pada tahun 1979, dimana saat itu mulai diperkenalkan musik disco. Pada saat itu Swara Mahardika menjadi barometer pertumbuhan anak muda agar terlihat gaul dan dikenal masyarakat.

Dahlulu saat bergabung bersama dengan Swara Mahardika, Denny Malik tidak mengenal istilah honor karena baginya masuk dan bergabung dengan Swara Mahardika sudah menjadi kebanggaan tersendiri. Bersama dengan Guruh Soekarno Putra dan Swara Mahardika, Denny Malik banyak belajar hal-hal baru yang sebelumnya belum pernah ia ketahui. Denny Malik pun dituntut untuk menjadi kreatif dan serba bisa, ia pun belajar mengenai tata panggung, desain kostum hingga bagaimana mengaplikasikan sebuah confetti tanpa alat yang canggih.

Dalam menciptakan ide-ide cemerlangnya, Denny Malik pun belajar melalui buku-buku yang ia beli karena pada saat itu belum tersedianya jaringan internet sehingga Denny perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk dapat menemukan ide melalui buku maupun bantuan dari para kerabat yang sedang pergi atau belajar di luar negeri.

Selain sebagai penari, Denny Malik juga dikenal sebagai seorang penyanyi. Dirinya pernah meluncurkan sebuah album dangdut bertajuk ‘Asap Asmara’, dan mendapatkan penghargaan di ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) sebagai Artis Pria Dangdut tahun 2003. Selain berkecimpung di dunia dangdut, Denny Malik juga merambah sebagai penyanyi pop. Bersama dengan Guruh Soekarno Putra, Denny Malik menciptakan lagu hits berjudul ‘Jalan-Jalan Sore’, yang kemudian masuk kedalam album Guruh Soekarno Putra yakni ‘Jak Jak Jak Jakarta.’

Sukses di dunia tari dan nyanyi, tahun 2000 Denny pun kembali melebarkan sayapnya di dunia akting. Berperan sebagai Erlangga di sinetron Melody Cinta yang beradu akting dengan Helmalia Putri. Saat itu nama Denny Malik pun semakin dikenal. Hingga akhirnya wajah Denny pun muncul di layar lebar pada film ‘Benci Disko’ tahun 2009.

Suami dari Mira Natalia ini menjadi salah satu pelaku seni yang sukses di berbagai bidang. Terlebih saat dirinya dipercaya menjadi koreografer pada ajang olahraga terbesar se Asia, Asian Games 2018. Bersama dengan Eko Supriyanto, Denny Malik sukses membuat Indonesia bangga dan dikenal di mata Dunia. Bahkan kabarnya Denny Malik menjadi salah satu koreografer dengan bayaran termahal.

Denny Malik dan Eko Supriyanto
Denny Malik dan Eko Supriyanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here