Pecinta musik-musik tahun 80-an pasti masih ingat dengan Deddy Dhukun. Yap! Pada awalnya Deddy Dhukun bergabung bersama Fariz RM, Dian Pramana Putra, Dodo Zakaria untuk membuat album rekaman berisikan musik-musik dengan lirik yang komunikatif, agar dapat berkomunikasi dengan baik kepada masyarakat.

Sejak album rekaman tersebut keluar pada tahun 80an, berhasil menembus pasar hingga mendapat beberapa penghargaan. Tak berhenti sampai disitu, Deddy Dhukun membentuk kelompok Nurlela bersama Tri Utami, Atiek CB, Malida, dan Vina Panduwinata. Lagu pertama yang dibuat oleh Deddy Dhukun berjudul Keraguan, dibuat bersama rekannya dalam 2D Dian Pramana Putra dan Deddy Dhukun. Saat itu, hampir semua penyanyi membawakan lagu 2D dan berhasil mendulang kesuksesan.

Sebagai musisi yang selalu menciptakan karya-karya luar biasa, pastinya jenuh kerap menghampiri. Tak terelakkan kejenuhan itu pun melanda seorang Deddy Dhukun. Cara Ia mengatasi kejenuhan di sela-sela profesinya sebagai musisi, sangatlah mudah. Satu hal sederhana yang dilakukan yaitu berhenti sejenak dan jangan memaksakan.

Saat Deddy Dhukun berpijak pada kesuksesaan dan ketenaran, Ia sadar bahwa semua yang Ia miliki harus selalu dilakukan dengan 5 prinsip; Minta kekuatan dan pertolongan kepada Allah SWT, Kepada Nabi Muhammad SAW, Minta tolong kepada seluruh peralatan tubuh dari ujung kepala sampai ujung kaki, Putuskan urat sombong dimana pun kita berada, dan terakhir yang terjadi terjadilah jangan memaksakan. Prinsip itulah yang selalu Ia pegang bersama Dian Pramana Putra dan kawan-kawan ketika akan memulai untuk membuat lagu.

Lagu yang berjudul Biru, Keraguan, Masih Ada, merupakan beberapa judul lagu yang sangat sukses dibawakan oleh 2D dan masih memiliki banyak pendengar hingga saat ini. Dari kaum 80-an hingga kaum millenials turut mendengarkan lagu-lagu 2D. Biasanya, Deddy Dhukun membuat lagu-lagu tersebut selalu berdua dengan Dian Pramana Putra, lirik dibuat oleh Deddy Dhukun dan notasi dibuat oleh Dian Pramana Putra.

Ada cerita unik dibalik terciptanya lagu yang berjudul Masih Ada. “Waktu itu saya nganterin Dian Pramana Putra ngapel-in pacarnya di Tebet. Ngelewatin jalanan yang setengah gitu pas ujan, terus saya nggak yakin mobil bisa masuk. Ternyata mobil kerendem genangan air langsung saya spontan nyanyi harus kah ku teteskan air mata di pipi. Dan om Dian langsung bilang wah bagus nih bagus buat lagu! Langsung dicatet sama dia dibikin notasinya, jadilah lagu Masih Ada.” Ujar Deddy terkenang.

Dari sekian banyak lagu yang menjadi hits dan dicintai banyak pendengar, ada satu lagu yang menjadi sangat favorit, lagu yang berjudul Masih Ada menjadi lagu paling berkesan bagi Deddy Dhukun dan Dian Pramana Putra.

Kegiatan terkini Deddy Dhukun masih terus menjalani show dalam kota maupun luar kota. Meski pun Dian Pramana Putra sudah tidak ada, 2D akan selalu ada yaitu bukan Dian dan Deddy lagi tapi Deddy dan Dhukun. Dalam waktu dekat ini, tepatnya pada bulan 8 Juni 2019 mendatang Deddy Dhukun akan mengadakan launching album baru 2D berisikan kumpulan lagu-lagu baru yang sudah Ia buat bersama Dian Pramana Putra, album ini bertajuk 35 Tahun 2D. Bagi kamu yang rindu akan penampilan Deddy Dhukun diatas panggung, don’t forget to mark your calendar!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here