Voodoo Band
Voodoo Band

Mendengar lagu Salam Untuk Dia di tahun 90-an, tentunya sudah sangat melekat dengan band yang digawangi oleh Edo Widzi ini. Ya, mereka adalah Voodoo Band, yang namanya sempat hits di tahun 90-an.

Voodoo Band dibentuk pada tahun 1991, kala itu Edo Widzi yang mengisi posisi sebagai gitaris bersama kedua kerabat lainnya yakni Doddy Katamsi (vokalis), dan Adman Maliawan (bass) sepakat untuk membentuk sebuah band beraliran progressive rock, yang mereka beri nama Voodoo. Tak lama kemudian bergabunglah Ossa Sungkar yang mengisi posisi drumer.

Salah satu lagu Voodoo yang laris dipasaran adalah ‘Salam Untuk Dia’, yang saat itu penjualan albumnya bergasil mencapai ratusan ribu keping. Sebelum lagu andalan mereka hits, Voodoo sempat mengalami bongkar basang personil yang diawali dengan hengkangnya Doddy Katamsi, dirinya pun bergubung bersama Elpamas.

Voodoo Band (Source photo: liputan6.com)
Voodoo Band (Source photo: liputan6.com)

Kekosongan posisi vokalis utama yang ditinggalkan oleh Doddy pun digantikan oleh Ophie Danzo. Dengan formasi baru inilah Voodoo akhirnya merilis album pertama mereka yang bertajuk ‘1994’, dengan lagu hits mereka yang berjudul ‘Katakan’ dan ‘Dawai Nurani’.

Pada pertengahan tahun 1994, Voodoo kembali harus kehilangan salah satu personilnya. Kali ini Adman Maliawan yang mengisi posisi bass harus mengundurkan diri, posisinya pun digantikan oleh Atenk RS.

Setahun kemudian, mahakarya dari Voodoo pun lahir. Sebuah single berjudul ‘Salam Untuk Dia’ pun menggema. Lagu tersebut pun masuk ke dalam album ke dua dari Voodoo yang bertajuk ‘W.O.B.’ atau ‘Wis Ojo Bingung’. Album ini pun digadang-gadangkan sebagai salah satu album ‘The Most Wanted Album’. Selain lagu ‘Salam Untuk Dia’, pada album ini juga melahirkan lagu-lagu hits lainnya seperti ‘Hasrat Jiwa’, ‘Ah..(Sudahlah)’, dan ‘Abal-Abal’.

Formasi baru dengan lagu andalan Voodoo ini pun tidak berlangsung cukup lama. Lagi-lagi salah satu personil Voodoo harus meninggalkan grup yang sudah terkenal ini. Dia adalah Ophie Danzo yang baru 2 tahun bergabung bersama Voodoo. Posisi tersebut pun digantikan oleh Yoyok Ragil.

Penyesuaian formasi baru Voodoo ini pun membuat mereka harus rehat beberapa waktu. Hingga pada akhirnya Voodoo memutuskan untuk mengeluarkan album repackage pada tahun 1997. Album ini pun diberi judul ‘Selamanya’, dengan lagu hits andalan mereka berjudul ‘Selamanya’ dan ‘Cium’. Pada album ‘Selamanya’ ini, Voodoo pun melakukan aransemen ulang untuk lagu-lagu lama mereka.

Dua tahun berselang, pada 1999 Voodoo merilis album keempat mereka yang bertajuk ‘OYEA’, dengan lagu andalan ‘Hitam Putih’ dan ‘Prahara’. Satu tahun kemudian, Voodoo kembali merilis album kompilasi mereka, yang berisikan lagu-lagu terbaik selama Voodoo berkecimpung di industri musik Indonesia.

Setelah merilis album kompilasi tersebut, Voodoo memutuskan untuk vakum dari industri musik Indonesia. Masing-masing personil pun mulai berpencar dan bergabung dengan band yang berbeda-beda. Edo Widzi dan Atenk RS kembali dipertemukan dengan Ophie Danzo dan membentuk sebuah band bernama Opera. Ossa Sungkar pun membentuk sebuah grup band beraliran jazz bernama Heaven On Earth.

Tahun 2005, Voodoo pun kembali bersama. Sayangnya, posisi Yoyok Ragil sudah digantikan dengan Sulley. Karakter vokal yang berbeda dari vokalis Voodoo sebelumnya ini pun menjadi hal yang menarik. Butuh waktu sekitar empat tahun, Voodoo merilis single berjudul ‘Bawa Pergi Cintaku’.

Keeksistensian Voodoo pun membuktikan bahwa mereka masih sangat dicintai pecinta musik, khususnya musik rock. Namun seiiring berjalannya waktu dan semakin banyaknya musisi Indonesia yang berbakat, membuat Voodoo tidak secerah dahulu. Namanya pun perlahan-lahan mulai tergantikan oleh band-band rock baru yang memiliki daya tarik tersendiri.

Hingga akhirnya Sulley yang bergabung selama empat tahun bersama Voodoo pun harus hengkang dari band slow rock tersebut. Posisinya hingga kini digantikan oleh Novy Rock yang memiliki karakter vokal yang sama dengan para mantan vokalis Voodoo terdahulu. Voodoo pun masih bertahan dan berkarya untuk musik Indonesia, dengan beranggotakan Edo Widzi (gitaris), Novy Rock (vokalis), Arya Setiadi (bassist) dan Deny AJD (drummer).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here