“Never give up, never give up, never give up dalam proses pembuatannya.” Begitu motto yang selalu konsisten dipegang oleh Kikuo Ibe sang pencetus jam tangan G-Shock. Sudah hampir 34 tahun sejak kemunculannya jam tangan model G-Shock dari brand Casio sangat eksis di pasaran. Ternyata, jika ditelisik kembali ke belakang proses untuk mencapai tangga kesuksesannya selama ini sungguh tidak mudah lho! Banyak lika-liku yang harus dialami oleh Ibe, yang biasa disebut sebagai ‘Father of G-Shock’.

Kisahnya berawal saat Kikuo Ibe diberikan sebuah jam tangan oleh Ayahnya, namun ketika Ibe ingin memakai jam tangan itu jatuh kemudian hancur berkeping-keping. Dari situ, karyawan Casio ini tercetus ide untuk menciptakan sebuah jam tangan yang kuat dan tahan banting. Saat mengadakan konferensi pers di daerah Kuningan beberapa tahun lalu, Ibe pernah mengatakan Ia selalu mencari ‘formula ajaib’ untuk membuat jam tangan yang kuat dan tahan banting.

Pada awalnya, Kukio Ibe tidak berhasil menciptakan jam tangan tahan banting karena jam tangan yang Ia buat masih hancur berkeping-keping ketika dibanting dari ketinggian. “Saya membuat juga dalam ukuran besar tapi masih hancur berkeping-keping. Pernah juga membuat jam tangan dengan karet dan sebesar bola tenis baru bisa dan SHOCK. Akhirnya saya buat dalam ukuran yang lebih kecil,” Ujar Ibe, begitu Ia kerap disapa.

Namun Ibe tak berhenti sampai disitu, Ia kembali melakukan uji coba menjatuhkan jam tangan dari toilet ketinggian tiga lantai. Dan ternyata masih belum sesuai, jam tangan buatannya masih saja hancur ketika dibanting dari ketinggian tiga lantai itu. Tetapi kejadian kembali gagal dalam menciptakan jam tangan yang tahan banting, Kikuo Ibe tidak lekas putus asa dan menyerah. “Kejadian itu membuat otak saya ingin meletus. Saya bertekad kalau gagal lagi saya akan mengundurkan diri dari perusahaan saya,” Jelasnya. “Saya berpikir jangan pernah menyerah walau ada masalah yang amat besar. Itu motto saya,” Imbuhnya.

 

Akhirnya, di tahun 1983, Casio resmi meluncurkan model G-SHOCK di Jepang. Uniknya, pemasaran itu justru dilakukan di Amerika Serikat dan langsung booming seketika. Bahkan masyarakat Jepang menyangka bahwa G-SHOCK adalah produk Amerika, karena berkembang pesat di sana. G-Shock sebenarnya sudah tercipta sejak 1981, dan baru mulai dilempar ke pasaran sekitar tahun 1983. Butuh waktu kurang lebih selama 2 tahun untuk proses pembuatan jam tangan G-Shock.

Kekuatan dari jam tangan G-Shock tentunya sudah tidak perlu diragukan lagi. Pasalnya, dalam sebuah acara televisi dilakukan pengecekan kekuatan dari jam tangan G-Shock dengan cara memukul dan melindasnya menggunakan truk. Tapi G-Shock tetap utuh dan menyala dengan sempurna. “Yang saya pelajari dalam pembuatan G-Shock, tidak menyerah ketika bertemu dengan masalah besar. Never give up, never give up, never give up itulah misi saya.” Ungkap Kikuo Ibe.

 

Setelah jam tangan G-Shock diterima dengan baik di masyarakat, perusahaan Casio memproduksi hampir 300 buah yang sudah teruji kekuatannya dan tahan banting dari ketinggian tiga lantai. Hal ini pun sempat membuat Ibe Shock apakah jam tangannya benar-benar menjadi jam tangan terkuat dan tahan banting. Ternyata, proses perjalanannya yang panjang dan tidak pernah mengenal kata ‘menyerah’ membuat Kikuo Ibe dan jam tangan G-Shocknya menjadi kecintaan para masyarakat di seluruh dunia dari yang muda sampai yang tua. Apalagi, baru-baru ini G-Shock mengeluarkan jam tangan seri terbaru dengan berkolaborasi bersama grup musik kartun ternama tahun 90-an, Gorillaz. Semakin merambah dunia kekinian deh si G-Shock ini!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here