Nama Taman Lawang tidak lagi terdengar asing ditelinga masyarakat urban. Orang-orang yang menetap di Jakarta pasti tahu betul nama Taman Lawang yang terkenal karena taman tersebut menjadi tempat untuk berkumpulnya para waria. Atau bahkan orang-orang yang tinggal di luar Jakarta pun sudah pernah mendengar nama Taman Lawang.

Baca juga: Taman Situ Lembang, Oase Hiburan di Tengah Kota yang Terlupakan

Pada masa kolonial Belanda, Taman Lawang dulunya merupakan proyek kota kecil yang diberi nama Niew Gondangdia. Pembangunan Niew Gondangdia kemudian dimulai pada tahun 1912. Tapi kira-kira, kenapa ya Taman Lawang dikenal sebagai tempat mangkal waria?

Konon, di awal tahun 1970 para waria menjadikan taman ini sebagai tempat berkumpul dan berbagi cerita tentang kehidupan mereka. Saat itu, mereka belum menjadikan Taman ini sebagai tempat prostitusi. Bahkan, para waria saat itu belum suka menjajakan dirinya seperti sekarang. Namun, Sekitar tahun 1973, para lelaki mulai suka menggoda dan merayu para waria yang sedang berkumpul di area taman dengan menawarkan sejumlah uang. Hal itu tentunya memancing para waria untuk menuruti apa yang diminta oleh para lelaki tersebut sampai akhirnya kebiasaan itu berlanjut hingga saat ini.

Dibalik kisahnya yang cukup menyita perhatian orang banyak, Taman Lawang memiliki kisah lain dan ternyata juga menyimpan jejak-jejak sejarah yang menentukan masa depan Bangsa Indonesia. Museum Sasmitaloka yang terletak di Jalan Latuharhary No.65 Taman Lawang dulunya merupakan bekas rumah dinas Menteri Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad) Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani.

Di tempat ini, jenderal yang disegani oleh kawan-kawannya dan dikenal loyal terhadap negara dan Presiden Soekarno dibunuh secara keji dihadapan anak-anaknya oleh gerombolan Tjakrabirawa. Di rumah yang memiliki banyak kenangan ini, banyak barang-barang asli milik Jenderal Ahmad Yani yang masih terawat dengan baik. Bahkan, bekas tembakan peluru di dinding maupun pintu kaca masih dibiarkan seperti aslinya.

Merupakan tempat yang cukup terkenal dengan berbagai kisah di dalamnya, Taman Lawang diangkat menjadi sebuah kisah dalam film layar lebar yang berjudul Hantu Taman Lawang. Film bioskop ini di produksi pada tahun 2013 silam saat komedian Olga Syahputra masih ada dan bermain dalam film Hantu Taman Lawang sebagai pemeran utama.

Uniknya, pihak dari tim produksi film Hantu Taman Lawang mengadakan acara nobar alias nonton bareng dengan tema layar tancap. Acara nobar diadakan di kawasan Taman Lawang, Menteng Jakarta Pusat. Meski pun nama acaranya adalah nobar, tapi nonton bareng film Hantu Taman Lawang tidak diadakan di dalam bioskop, melainkan di jalanan Taman Lawang seperti pertunjukkan layar tancap agar bisa ditonton oleh masyrakat sekitar dan juga para waria yang berada di sekitar Taman Lawang untuk nonton bareng.

Baca juga: Tak Kenal Maka Tak Sayang, Inilah Serba Serbi Taman Suropati

Menurut produser film Hantu Taman Lawang, Sam Siregar film ini cocok diadakan nonton bareng gala premier di Taman Lawang karena beberapa adegan dalam film tersebut dilakukan langsung di Taman Lawang. Unik ya, konsep yang mereka lakukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here