Tb Simatupang, sebuah nama jalan yang sangat populer dan terkenal macet di Jakarta Selatan. Sebuah akses jalan yang menghubungkan berbagai wilayah di Jakarta ini merupakan nama salah seorang wakil Jenderal, yaitu Tahi Bonar Simatupang.

Tahi Bonar Simatupang atau lebih dikenal dengan nama TB Simatupang merupakan anak dari pasangan Sutan Mangaraja Soaduan Simatupang dan Mina Boru Sibutar. Bonar merupakan anak kedua dari delapan bersaudara yang lahir pada 28 Januari 1920 di Sidikalang, Sumatera Utara.

Ayah Bonar, Soaduan meruapan seorang pegawai pemerintah kolonial Belanda. Sementara Bonar memiliki cita-cita sebagai dokter. Namun sayang cita-cita masa kecil Bonar harus dipatahkan dengan pembukaan penerimaan taruna di Koninklijk Militaire Academie (KMA) Bandung dibuka.

Bonar pun memutuskan untuk mencoba mendaftarkan dirinya untuk bisa menjadi seorang perwira. Selama kurang lebih sembilan bulan, Bonar berhasil diterima tepatnya sekitar tahun 1940-an. Cita-citanya untuk menjadi dokter pun harus dikubur dalam-dalam. Saat menjalani pelatihan, Bonar bertemu dengan rekan seangkatannya, seperti Alex Kawilarang, Rahmat Kartakusumah dan juga Abdul Haris Nasution.

Pada tahun 1945, Bonar menjabat sebagai Kepala Organisasi disebuah organisasi markas besar Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Saat itu ia berada dibawah kepemimpinan Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo. Bonar pun dikenal sebagai perwira yang cerdas, hingga akhirnya ia diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Umum Angkatan Perang dan kerap kali menemani Jenderal Soedirman.

Image: Het Nationaal Archief

Tahun 1950 Jendral Soedirman wafat, tepatnya pada 29 Januari 1950. Saat itulah karir Tb Simatupang menanjak. Ia diangkat menjadi KSAP dengan pangkat Mayor Jenderal di usia mudanya, yakni 33 tahun. Sayangnya jabatan itu tidak berlangsung lama. Tahun 1953 Presiden Soekarno menghapus jabatan KSAP, yang artinya Bonar juga terlepas dari jabatan tersebut.

Baca juga: Margonda, Kisah Pejuang Yang Diabadikan Pada Sebuah Nama Jalan

Setahun kemudian Bonar diangkat sebagai Penasihat Militer di Departemen Pertahanan RI hingga tahun 1959. Di masa pensiunnya tersebut Bonar yang dikenal cerdas dan mampu bergaul ini pun masih kerap aktif di sejumlah yayasan, antara lain Yayasan Universitas Kristen Indonesia, Yayasan Institut Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (IPPM).

Di malam pergantian tahun 1990, Tahi Bonar Simatupang meninggal dunia. Karirnya yang gemilang dan dirintis dari bawah meninggalkan sejuta kenangan dan perjuangan dari seorang Tb Simatupang. Namanya pun dikenang sebagai seorang Jenderal dan juga diabadikan dalam sebuah nama jalan.

Baca juga: Gugurnya Sang Mayor Muda dan Kandasnya Kisah Cinta Daan Mogot

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here