Siapa diantara kalian yang masih ingat serial komik Mimin? Si Anak Kecil hitam dan lugu ini sangat mencolok sekali jika dilihat mata, kulitnya hitam seperti Dakocan. Saking mencoloknya karakter si Mimin selalu membekas di benak dan pikiran kita sehingga Mimin menjadi sulit untuk dilupakan. Nama lengkapnya Mimin Pinguin, anaknya lucu, ceria, polos, jujur, konyol tapi percaya diri sekali dan sangat sayang sekali bahkan memuja-muja Ibunya sampai-sampai Mimin menyebut Ibunya yang bernama Eufrosina dengan sebutan Mak Ku Sayang.

Awal mula munculnya komik Mimin dibuat pertama kali oleh orang Meksiko. Kisah dalam serial komik Mimin ditulis oleh orang Meksiko yang bernama Yolanda Vargas Dulche dan digambar oleh Sixto Valencia. Komik Mimin pertama kali diterbitkan di Indonesia pada tahun 1986 oleh Penerbit Sinar Harapan, yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Djokolelono.

Sampai sekarang komik Mimin masih sering dicari meski pun keberadaannya sudah sulit ditemukan. Sampai sekarang pun nilai-nilai kehidupan yang diberikan dari komik Mimin masih sangat membekas di hati dan pikiran. Berkaca dari karakter Mimin yang sederhana, jujur, dan sangat menyanyangi Ibunya membuat Mimin paham apa arti kehidupan yang harus dijalani sesungguhnya. Selain itu, ada nilai-nilai positif yang bisa diambil dari cerita Mimin bersama teman-temannya sebagai sebuah bentuk gambaran nilai-nilai kehidupan dan persahabatan yang cukup lengkap tersaji dalam komik Mimin ini.

Mari sekedar bernostalgia sedikit bersama cerita gambar si Mimin, Mimin merupakan sebuah komik bersambung yang mungkin sudah terbit hingga ratusan judul. Kisah Mimin mengangkat kehidupan dan keseharian dari empat orang sahabat karib Mimin, Erni, Cali, dan Riki yang bersekolah di Sekolah Benito Juarez, sebuah sekolah negeri di Mexico City. Mimin yang pada dasarnya polos dan jujur kadang menjadi tidak peduli apa yang akan Ia alami jika Ia berbuat sesuatu, karena pada saat-saat harus mengalami hal sulit Mimin selalu mengingat 2 hal, yang pertama bahwa emaknya akan selalu mendukung dia dan yang kedua bahwa ‘malaikat pelindungnya’ juga tidak akan meninggalkannya.

Asik juga ya, kadang-kadang kalau kita belajar dari Mimin bagaimana caranya ‘menikmati’ hidup. Berani untuk mengambil pilihan, tidak ada yang ditakuti selain emak tersayang. Dan yang pastinya selalu berusaha jujur atas semua perkataan dan perbuatan, walau sekali lagi: teman-temannya seringkali menganggap dia bodoh.

Tetapi, menjalani hidup ala Mimin bisa jadi pilihan untuk membuat langkah terasa lebih ringan. Makna kehidupan yang bisa diambil dari pola pikir Mimin dengan sikapnya yang sederhana adalah; sebagai manusia Ia tidak pernah menuntut lebih jika belum waktunya untuk menerima yang lebih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here