Kwartet Jaya

Nama grup lawak Kwartet Jaya nampaknya menjadi salah satu grup lawak yang sempat eksis di tahun 1970 hingga 1980-an. Kelompok lawak ini dibentuk pada tahun 1967, dengan Bing Slamet sebagai salah satu penggagas utamanya.

Bing Slamet yang merupakan seorang aktor, penyanyi, pelawak, sekaligus musisi ini membentuk sebuah kelompok lawak yang dinamainya dengan nama Kwartet Jaya. Beranggotakan Eddy Sudihardjo (Eddy Sud), Kho Tjeng Lie (Ateng) dan juga Iskak. Kwartet Jaya pun merajai beragam pementasan lawak pada era 1970-an.

Sebelum membentuk Kwartet Jaya dengan formasi lengkap bersama Ateng, ketiga anggota lainnya sudah lebih dulu eksis dengan nama EBI. Tak lama kemudian Ateng masuk untuk bergabung, hingga nama Kwartet Jaya lah yang dipilih untuk grup lawak senior ini. Perubahan nama itu pun terjadi pada tahun 1968.

Kwartet Jaya

Bing Slamet sempat membentuk sebuah grup lawak lainnya bersama dengan Tjepot dan Mang Udel dengan nama Los Gilos. Tidak hanya itu saja, Bing Slamet juga sempat membentuk sebuah grup dengan nama Trio SAE yang beranggotakan Eddy Sud dan Atmonadi.

Dengan terbentuknya Kwartet Jaya, industri lawak Indonesia pun seolah dirasa pas dengan formasi yang nyaris sempurna tersebut. Pasalnya, tiap anggota dari Kwartet Jaya ini bukan hanya sekedar bergabung dan melontarkan lelucon saja, namun tiap anggota memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh pelawak lainnya.

Pada setiap pementasannya, Kwartet Jaya lebih dikenal sebagai grup lawak yang kerap kali melontarkan kritik sosial yang tepat dengan sasaran dan juga memiliki dialog yang menggelitik perut. Selain itu, Kwartet Jaya juga dikenal sebagai grup yang tampil tanpa membaca skrip atau naskah sebagai bahan acuan pementasan. Mereka lebih senang dengan melakukan berbagai improvisasi dan kebebasan dalam pentas.

Kwartet Jaya

Tentu saja hal ini juga di dukung dengan kekuatan dan kemampuan dari masing-masing anggota. Bing Slamet dengan kemampuannya menirukan logat bahasa dan gaya perempuannya. Ateng dengan tubuh mungilnya dengan gaya sombong, Iskak yang tampil selayaknya orang bodoh, dan juga Eddy Sud yang cukup tampan pada saat itu.

Bersama dengan Kwartet Jaya, Bing Slamet pun berhasil menciptakan rumah produksi bernama Safari Sinar Sakti Film. Dengan rumah produksinya tersebut, Bing Slamet pun menciptakan beragam karya luar biasa yang tak pernah lekang tergerus zaman.

Mulai dari film Bing Slamet Setan Jalan (1972), Bing Slamet Sibuk (1973), Bing Slamet Dukun Palsu (1973), hingga film terakhirnya Bing Slamet Koboi Cengeng (1974) berhasil mencuri perhatian masyarakat. Meski sudah sukses bersama dengan Kwartet Jaya, keempat anggota ini tidak lantas puas dengan prestasi dan ketenaran yang sudah didapat.

Sayangnya kebersamaan dan keberhasilan tersebut tidak berlangsung lama. Bing Slamet meninggal dunia karena penyakit liver yang ia alami pada tahun 1974. Sepeninggalan Bing Slamet ini juga berakibat dengan perpecahannya tubuh Kwartet Jaya sebagai grup lawak.

Ateng dan Iskak sepakat untuk meninggalkan nama Kwartet Jaya dan membentuk sebuah grup duo. Sementara Eddy Sud ditinggalkan sendiri dengan nama Kwartet Jayanya yang juga membentuk kelompok baru lainnya dengan nama yang berbeda.

Sepeningalan grup Kwartet Jaya yang juga perlahan mulai hilang dari panggung hiburan, masing-masing anggota pun mulai disibukan dengan kegiatannya masing-masing. Eddy Sud yang tetap eksis dan memandu acara Ria Jenakadan Aneka Ria Safari di TVRI, Ateng dan Iskak yang sukses di dunia perfilman Indonesia.

Kini, nama Kwartet Jaya dan seluruh anggotanya hanyalah kenangan dan grup lawak terbaik yang pernah ada. Iskak lebih dulu menyusul Bing Slamet pada tahun 2000, Ateng yang juga menyusul pada tahun 2003, Eddy Sud pada tahun 2005.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here