Prangko merupakan secarik kertas penting dan berharga pada zaman dahulu kala. Penggunaan prangko pada era penjajahan Belanda ini berfungsi sebagai biaya pos untuk surat menyurat dan sebagai tanda pelunasan. Bagi generasi 1970-an hingga 1980-an mungkin masih sempat merasakan sensasi surat menyurat dengan menggunakan prangko sebagai pelengkap pada kop amplop.

Kemunculan prangko pertama kali hadir di Inggris pada tahun 1840 oleh Penny Black. Kehadirannya pun mulai merambah ke seluruh penjuru termasuk ke Indonesia. Hadirnya prangko di Indonesia ini di mulai pada tahun 1864. Desain pertama prangko di Indonesia ini menampilkan sosok Raja Willem III dari Belanda, dengan nominal 10 cent. Desain prangko ini di rancang dan di kerjakan oleh TW Kaiser dari Belanda.

Pada masa penjajahan belanda, desain dari prangko pertama ini memiliki warna merah dengan bingkai persegi. Di bagian bawah prangko terdapat tulisan postzegel, dan pada bagian kiri bertuliskan nederl, sementara pada bagian kanan bertuliskan indie. Uniknya, prangko pertama ini di desain berperforasi (tanpa gigi).

Saat masa penjajahan Belanda usai, transformasi dari desain prangko di Indonesia pun di pegang oleh Jepang. Sayangnya, pada masa itu prangko keluaran dari Belanda masih sangat banyak beredar di masyarakat, sehingga desain prangko Jepang ini melakukan tumpang tindih dengan logo berbahasa Jepang dan Belanda. Salah satunya ialah dengan menempelkan logo bertuliskan Dai Nippos Yubin Kyoku.

Memasuki tahun 1943, desain pertama prangko Jepang pun di rilis. Saat itu prangko Jepang memiliki desain yang menggambarkan bola dunia dengan peta kerajaan Jepang hingga pantai dan laut. Menariknya, nama Basuki Abdullah yang merupakan pelukis asal Indonesia sempat mendesain beberapa gambar untuk prangko produksi Jepang ini loh.

Tiba saatnya masa kemerdekaan bagi Republik Indonesia di tahun 1945. Saat itu prangko pertama yang di produksi oleh Pemerintah Indonesia bertuliskan Memperingati Setengah Tahun Merdeka dan menerbitkan perangko seri Revolusi Tanpa Perekat.

Baca Juga:Menelisik Sejarah Berdirinya Jasa Pengiriman Pertama Indonesia

Hingga pada akhirnya muncul berbagai macam dan desain prangko di Indonesia, mulai dari menampilkan gambar Presiden Soekarno, RA Kartini, hingga Presiden Soeharto pada masa era order baru.

Kini, penggunaan prangko sudah sangat jarang di gunakan, bahkan hampir hilang tergerus zaman. Dahulu kertas kecil bergerigi ini menjadi salah satu tombak penyampai surat kepada para rekan dan relasi. Bahkan banyak sekali muda-mudi yang rela mengoleksi dan mengumpulkan prangko dari zaman ke zaman.

Desain pertama prangko Indonesia yang menampilkan gambar Raja Willem III ini bahkan dikabarkan bisa di jual dengan harga hampir Rp 2 miliar loh. Sobat Kabarsidia, sempat merasakan era keemasan prangko atau menjadi kolektor prangko ga nih?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here